REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara (Kasudinhub Jakut) Rudy Saptari Sulesuryana berharap, kehadiran moda transportasi LRT Jakarta, mampu mengurangi kemacetan di wilayah Jakut. Hal itu lantaran LRT Jakarta bakal melayani penumpang dari Stasiun Kelapa Gading menuju Manggarai.
"Kehadiran LRT ini diharapkan membangun habbit masyarakat menggunakan transportasi publik," kata Rudy di Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Dia mengatakan, LRT Jakarta ditargetkan mampu mengangkut 60 ribu hingga 70 ribu penumpang setiap hari. Sehingga diharapkan moda transportasi massal itu dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi di wilayah Jakut. "Kehadiran LRT diharapkan dapat memobilisasi masyarakat beralih menggunakan kendaraan umum," ujar Rudy.
Sebelumnya, Rudy mengikuti uji coba LRT Jakarta dari Stasiun Kelapa Gading hingga Manggarai pada Kamis (10/9/2026). LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai memiliki panjang lintasan sekitar 12,2 kilometer dan melayani 11 stasiun, yaitu Kelapa Gading, Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, Velodrome, Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi, dan Manggarai.
Rudy menilai, angkutan tersebut sangat efektif dan dapat menghemat waktu perjalanan, yakni hanya 28 menit dari Stasiun Kelapa Gading menuju Stasiun Manggarai. Menurut dia, LRT tersebut dapat menjadi solusi bagi warga Jakarta Utara yang hendak menuju Jakarta Pusat maupun Jakarta Selatan.
Selain itu, kata dia, LRT itu juga nyaman dan perjalanan dalam masa uji coba berlangsung dengan aman dan lancar. "Semua menjadi terhubung dengan kehadiran LRT," ucap Rudy.
Terkait tarif Rp 8 yang dikenakan selama masa sosialisasi hingga peresmian, menurut Rudy, kebijakan itu dapat menjadi daya tarik serta membuat warga berpindah moda dari angkutan pribadi menuju angkutan publik. "Mungkin tarif ini di awal, tapi ini diharapkan menjadi pemicu warga memilih naik angkutan publik," tuturnya.




