Kamis 10 Sep 2026 17:38 WIB

Seorang Siswi Sekolah Rakyat di Sragen Meninggal, Dinsos: Karena Sakit, Bukan Kelalaian

“Meninggalnya tanggal 6 September 2026 di RSUD Sragen,” kata Endah.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Andri Saubani
ilustrasi 1 tahun pencapaian pemerintahan Prabowo Gibran, sekolah rakyat
Foto: Republika/Daan Yahya
ilustrasi 1 tahun pencapaian pemerintahan Prabowo Gibran, sekolah rakyat

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG — Seorang siswi kelas XI di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Sragen, Jawa Tengah (Jateng), Anisa Nur Fadilah, meninggal dunia pada Ahad (6/9/2026). Dinas Sosial (Dinsos) Jateng mengatakan, Anisa meninggal akibat sakit bukan karena kelalaian pihak SRT.

“Meninggalnya tanggal 6 September 2026 di RSUD Sragen,” ungkap Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Jateng, Endah Dwi Setyorini, ketika dikonfirmasi soal kabar meninggalnya Anisa, Kamis (10/9/2026).

Baca Juga

Endah mengatakan, Anisa mengidap penyakit kelenjar tiroid. Penyakit tersebut telah dideritanya sebelum dia menjadi murid SRT 1 Sragen. Menurut Endah, pihak SRT selalu mengizinkan Anisa untuk berobat dengan keluarganya.

“Artinya ketika orang tua mau melakukan pemeriksaan, waktunya kontrol, itu diizinkan oleh SR. Jadi bukan karena dia berada di sana terus akhirnya sampai meninggal akibat kelalaian SR itu bukan. Tapi si anak tersebut sudah memiliki penyakit kelenjar tiroid,” ucap Endah.

Dia mengatakan, Anisa sudah sering mengunjungi dokter untuk memeriksakan dan mengontrol penyakitnya. Namun sebelum dirawat di RSUD Sragen kemarin, Anisa sempat mengaku lemas. “Pada saat dia lemas, orang tua sudah dihubungi. Jadi selama di rumah sakit pun sudah didampingi orang tua,” ujarnya.

Endah menerangkan, sebelum masuk SR, setiap calon murid akan menjalani skrining kesehatan. Untuk kasus Anisa, hasil pemeriksaan kesehatan juga sudah disampaikan kepada orang tuanya. “Orang tua menginginkan anaknya bisa sekolah, sehingga anaknya tetap diterima di SR,” kata dia.

Menurut Endah, proses skrining kesehatan akan selalu diterapkan bagi setiap calon murid SR. “Jadi mau penerimaan yang tahun lalu, tahun ini, maupun tahun depan, itu tetap dilakukan skrining kesehatan. Hasilnya skrining pun pasti dikomunikasikan,” ucapnya.

 

 

Berita Lainnya

Rekomendasi