REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Cyber University (Universitas Siber Indonesia) melakukan kunjungan benchmarking ke School of Business and Management Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) di Bandung, Jawa Barat, Senin (31/8) akhir bulan lalu. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pengembangan kurikulum kewirausahaan dan ekosistem inkubator bisnis berbasis industri.
Rombongan Cyber University yang dipimpin Wakil Rektor Dr. Ing. Agus Trihandoyo, DEA, diterima langsung oleh Dekan SBM ITB Prof. Dr. Aurik Gustomo, S.T., M.T. Pertemuan ini difokuskan pada perancangan pembelajaran berbasis praktik serta strategi pendampingan calon wirausahawan muda.
Dr. Agus menyebut kegiatan ini bertujuan menyerap praktik baik SBM ITB dalam mengintegrasikan dunia usaha ke dalam perkuliahan.
“Benchmarking ini menjadi kesempatan bagi kami untuk belajar dari praktik yang telah dikembangkan SBM ITB, khususnya dalam penguatan kurikulum dan ekosistem kewirausahaan. Kami berharap hasil diskusi ini dapat menjadi referensi dalam mengembangkan pembelajaran yang semakin aplikatif dan mampu mendorong mahasiswa menjadi entrepreneur yang inovatif,” katanya, dalam keterangan rilis, Kamis (10/9).
Pada kesempatan yang sama, Ketua Program Studi (Prodi) Digital Entrepreneur (Kewirausahaan) Cyber University, Zaenal Arief, S.T., M.M., menyoroti pentingnya ruang uji coba ide bisnis bagi para mahasiswa.
“Kami melihat bahwa kurikulum dan inkubator bisnis merupakan dua hal yang saling berkaitan. Pembelajaran memberikan fondasi, sementara ekosistem inkubasi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menguji dan mengembangkan ide bisnisnya secara nyata,” kata Zaenal.
Melalui kolaborasi dan pertukaran gagasan ini, Cyber University sebagai Shaping Future Digital Leader berkomitmen memperkuat ekosistem pembelajaran di lingkungan kampus. Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya wirausahawan digital yang adaptif dan siap menjawab tantangan di era transformasi digital.




