Kamis 10 Sep 2026 13:53 WIB

UNM Tuan Rumah IEEE YESIST12 2026, Inovator Muda Dunia Bertemu di Bekasi

Talenta muda diuji melalui kompetisi inovasi teknologi global.

Kampus Universitas Nusa Mandiri.
Foto: UNM
Kampus Universitas Nusa Mandiri.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI — Indonesia bakal menjadi tuan rumah ajang kompetisi dan forum inovasi teknologi tingkat dunia, IEEE YESIST12 Grand Finale 2026. Universitas Nusa Mandiri (UNM), yang dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis, dipercaya menjadi penyelenggara kegiatan tersebut pada 2-3 Oktober 2026 di BSI Convention Center, Kaliabang, Bekasi Utara, Jawa Barat.

Forum internasional di bawah naungan Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) ini menjadi ruang kolaborasi para talenta muda. Mahasiswa, peneliti muda, akademisi, hingga profesional dari berbagai negara akan berkumpul untuk melahirkan solusi teknologi yang berdampak sosial dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Baca Juga

Sejumlah kategori kompetisi akan digelar, seperti Innovation Challenge Track, MakerFair Track, WePOWER Track, iENGAGE Track, Special Track, hingga Junior Einstein Track. Berbagai gagasan yang dilombakan berfokus pada isu strategis, mulai dari kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), energi berkelanjutan, kesehatan digital, teknologi pendidikan, hingga smart city.

Rektor Universitas Nusa Mandiri, Prof. Dr. Dwiza Riana, menyampaikan bahwa kepercayaan ini menjadi kehormatan sekaligus peluang besar bagi Indonesia. Momentum ini diharapkan dapat membuktikan kapasitas generasi muda dalam menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat global.

“Menjadi tuan rumah IEEE YESIST12 Grand Finale 2026 merupakan sebuah kehormatan bagi Universitas Nusa Mandiri sekaligus peluang besar bagi Indonesia untuk menunjukkan potensi generasi mudanya di tingkat internasional. Kami berharap forum ini melahirkan inovasi yang tidak hanya unggul secara teknologi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” kata Prof. Dwiza dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (9/9).

Prof. Dwiza menambahkan, ajang kolaborasi internasional ini memberi ruang bagi talenta lokal untuk menguji gagasan serta memperluas jejaring bersama peserta dari berbagai negara. Hal ini sejalan dengan komitmen UNM sebagai Kampus Digital Bisnis yang terus mendorong sivitas akademika agar tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta solusi.

“Dengan menghadirkan kompetisi, kolaborasi, dan pertukaran pengetahuan dalam satu forum, IEEE YESIST12 Grand Finale 2026 diharapkan menjadi panggung yang mempertemukan ide-ide segar dengan kebutuhan nyata. Dari Indonesia, inovasi generasi muda akan diuji, dipertemukan, dan didorong untuk menembus batas negara,” ujarnya.

Penyelenggaraan IEEE YESIST12 Grand Finale 2026 diharapkan tidak hanya memperkuat ekosistem riset dan inovasi di lingkungan perguruan tinggi, tetapi juga menegaskan peran aktif Indonesia dalam menjawab tantangan sosial dan lingkungan global melalui pemanfaatan teknologi berkelanjutan.

Berita Lainnya

Rekomendasi