REPUBLIKA.CO.ID, BANTEN — Proses pencarian speedboat yang membawa lima wartawan foto untuk peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, memasuki hari ke-3, Kamis (10/9/2026). Tim SAR Gabungan mulai mengerahkan armada udara dengan menerbangkan Helikopter Dauphin AS365 N3+ untuk operasi pencarian. Memasuki hari ketiga, pencarian speedboat yang membawa delapan orang ke perairan Gunung Anak Krakatau tersebut belum membuahkan hasil.
“Helikopter tersebut membawa tujuh kru untuk pencarian,” begitu dalam siaran pers Tim SAR Gabungan yang diterima wartawan di Jakarta, Kamis (10/9/2026). Helikopter tersebut berangkat dari Landasan Udara Atang Sandjaja (ATS) sekitar pukul 12.36 WIB.
Helikopter tiba di JIExpo sekitar pukul 12.52 WIB. Dari lokasi tersebut, helikopter itu selanjutnya akan tiba di kawasan Pantai Carita, dan melakukan penerbangan operasi pencarian di perairan Selat Sunda.
Helikopter tersebut diawaki pilot Letkol Endrik Setyo Utomo, dan Kapten Dimas Aribowo. Lalu diperkuat sejumlah kru Serka Deatry Mulianto, Sertu Moch Farhan, Serda Eki Ginting, Pratu Ronni Bagus, dan Prada Briliuan Muammar.
“Pengerahan helikopter ini menjadi bagian dari upaya penguatan pencarian melalui dukungan udara, khususna dalam pemantauan wilayah operasi SAR di sekitar perairan Selat Sunda dan Gunung Anak Krakatau,” begitu tulis SAR Gabungan.
Sementara itu, sejak pagi tadi, tim SAR Gabungan kembali menyisir kawasan perairan untuk kelanjutan proses pencarian. Area pencarian diperluas menjadi enam sektor dengan total cakupan operasi pencarian sekitar 2.483 nautical mile (Nm).
Pencarian tetap melibatkan tim dari Basarnas, TNI Angkatan Laut (AL), Polairud, BPBD, Potensi SAR, dan dibantu oleh masyarakat dari kalangan nelayan. Proses pencarian lanjutan juga masih melibatkan sejumlah kapal yang menyisir sejumlah lokasi di kawasan perairan Gunung Anak Krakatau.
“Proses hari ketiga operasi pencarian ini, kami mengerahkan lebih banyak unsur serta sarana. Seluruh kekuatan kami optimalisasikan untuk menemukan speedboat yang membawa lima wartawan dan tiga awak kapal,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad. Sejumlah sarana pencarian tetap dengan mengandalkan drone thermal, peralatan SAR air, medis, alat-alat komunikasi, dan pendukung lainnya.
Hingga Kamis (10/9/2026), kapal speedboat yang membawa total delapan penumpang untuk melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda masih berstatus hilang dan belum ditemukan. Lima wartawan foto yang berada di speedboat tersebut di antaranya, M Bagus Khoirunnas selaku pewarta foto LKBN Antara, Arie Basuki fotografer Merdeka, Yudistiro Pranato jurnalis foto dari INews, kemudian Firdaus Wajid sebagai videografer Anadolu Agency, dan Donal sebagai freelance.
Sedangkan tiga kru kapal, di antaranya Warta yang merupakan kapten kapal (55 tahun), Surakman (60) yang diketahui sebagai anak buah kapal, dan Heriyanto (49) selaku pemandu. Kemarin (9/9/2026) petugas penyelamatan dari Polda Banten sudah mendirikan posko antemortem dari tim kedokteran kepolisian. Tim tersebut disiapkan untuk mendukung proses keperluan identifikasi.




