REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjalankan sejumlah langkah untuk melindungi warga setelah abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau terdeteksi mencapai ibu kota. Pembelajaran jarak jauh (PJJ), operasi water mist, pembagian masker, hingga pemantauan kualitas udara dilakukan secara bersamaan sejak akhir pekan lalu.
Kebijakan tersebut mendapat apresiasi dari DPRD DKI Jakarta. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andriano menilai Pemprov bergerak cepat tanpa menunggu dampak abu vulkanik semakin luas dirasakan masyarakat.
"Saya mengapresiasi respons cepat Pemprov DKI. Dalam situasi seperti ini, prinsipnya sederhana, jangan tunggu warga terdampak, pemerintah harus hadir lebih dulu," ujar Wibi, Senin (7/9/2026).
Pemprov DKI mulai meningkatkan mitigasi sejak Ahad (6/9/2026), setelah BMKG mendeteksi sebaran abu vulkanik mencapai sebagian wilayah Jakarta. Gunung Anak Krakatau sendiri berada pada Level III atau Siaga.
Salah satu kebijakan yang langsung diterapkan adalah PJJ bagi seluruh satuan pendidikan, mulai Senin (7/9/2026). Kebijakan tersebut kemudian diperpanjang satu hari hingga Selasa (8/9/2026) karena abu vulkanik masih ditemukan di sejumlah wilayah.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan perpanjangan dilakukan meski kondisi udara Jakarta telah menunjukkan perbaikan.
"Abu vulkaniknya sudah mengalami penurunan yang luar biasa. Tetapi di beberapa daerah masih ada, dan kami masih memerlukan waktu satu hari untuk memperpanjang PJJ ini sampai dengan besok," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin.
Setelah kondisi dinilai membaik, kegiatan belajar mengajar tatap muka kembali berlangsung pada Rabu (9/9). Dengan demikian, PJJ diberlakukan selama dua hari sebagai langkah antisipasi saat risiko paparan masih perlu diwaspadai.
Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Farah Savira menilai langkah tersebut tepat karena pada awal kejadian tingkat dan durasi paparan abu vulkanik belum dapat dipastikan.
"Langkah untuk mengambil pembelajaran jarak jauh itu sangat tepat karena paparannya belum kita tahu seberapa parah dan seberapa lama," ujar Farah.
Menurut dia, keselamatan peserta didik harus ditempatkan sebagai pertimbangan utama sebelum pembelajaran tatap muka kembali dilakukan.
Water Mist Serentak di Lima Wilayah
Selain membatasi aktivitas pelajar di luar rumah, Pemprov DKI melakukan operasi water mist secara serentak di lima wilayah Jakarta sejak Ahad.
Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) mengoperasikan 14 unit di tujuh titik dengan dukungan 70 personel. Dinas Lingkungan Hidup mengerahkan satu unit water mist mobile serta dua tangki air, sementara Dinas Pertamanan dan Hutan Kota menerjunkan 77 tangki dengan 144 personel.
Penyemprotan dilakukan di sejumlah koridor utama, antara lain kawasan Monas, Jalan MH Thamrin-Jenderal Sudirman, Yos Sudarso, Gunung Sahari, Rasuna Said, MT Haryono, Slipi, dan Tomang.
Sekretaris Daerah DKI Jakarta Uus Kuswanto mengatakan operasi tersebut dilakukan untuk menekan debu dan partikulat sekaligus menjaga kualitas udara di area aktivitas masyarakat.
"Water mist ini merupakan langkah preventif untuk membantu mengendalikan debu atau partikulat yang ada di udara, sekaligus menjaga kualitas udara di ruang-ruang aktivitas masyarakat," ujar Uus.




