REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengingatkan seluruh kekuatan politik agar tetap menjaga persahabatan dan rasa saling menghormati meski berbeda pilihan politik. Menurutnya, perbedaan warna politik merupakan bagian dari demokrasi Indonesia.
"Malam ini begitu banyak sahabat pimpinan partai-partai politik yang juga telah hadir di tengah-tengah kita. Tentu kita punya warna masing-masing. Ada warna merah, ada warna hijau, ada warna kuning, ada juga warna biru, oranye, putih, birunya pun ada yang muda ada yang tua," kata AHY dalam pidato HUT ke-25 Partai Demokrat, Rabu (9/9/2026).
AHY menilai, kemampuan menyatukan berbagai warna politik merupakan salah satu kekuatan Presiden Prabowo Subianto. "Dan saya kira Bapak Presiden adalah orang yang sangat ahli untuk membuat semua warna itu untuk bisa duduk bersama," ujarnya.
Dia mengatakan perbedaan warna politik seharusnya tidak menghilangkan kepentingan bersama sebagai bangsa. "Tetapi justru itulah indahnya Indonesia. Kita boleh berbeda warna, kita boleh berkompetisi, tetapi ketika menyangkut kepentingan bangsa dan negara yang harus kita lihat hanya ada satu warna, yaitu merah putih," kata AHY.
AHY kemudian menyampaikan pesan agar persaingan politik tidak berubah menjadi permusuhan. "Politik boleh kompetitif, tetapi jangan kehilangan persahabatan. Demokrasi boleh dinamis, tetapi jangan kehilangan rasa saling menghormati," katanya.
Pihaknya sekali lagi menegaskan bahwa pemerintah akan berdiri kokoh apabila mendapatkan dukungan dan mendengarkan aspirasi dari masyarakat. “Kami percaya pemerintahan akan semakin kuat apabila mendapatkan dukungan rakyat menjaga dialog dan terus mendengarkan aspirasi masyarakat,” katanya.




