Rabu 09 Sep 2026 14:58 WIB

Kemenhan: Sudan Ingin Kirim Tentara Ikut Pendidikan di Unhan

Kedua Menteri Pertahanan membicarakan berbagai peluang kerja sama.

Karo Infohan Setjen Kemenhan Brigjen Rico Ricardo Sirait di Kemenhan RI, Jakarta Pusat, Rabu (9/9/2026).
Foto: Republika/Erik Purnama Putra
Karo Infohan Setjen Kemenhan Brigjen Rico Ricardo Sirait di Kemenhan RI, Jakarta Pusat, Rabu (9/9/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia menerima kunjungan kehormatan Menhan Sudan Letjen Hassan Daoud Kabron Kian di Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI, Jakarta Pusat, Rabu (9/9/2026). Pertemuan keduanya berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif sebagai bagian dari upaya kedua negara untuk memperkuat kembali komunikasi atas hubungan diplomatik yang terjalin sejak 1960.

"Dalam pertemuan tadi, kedua Menteri Pertahanan membicarakan berbagai peluang kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi kedua negara," kata Karo Infohan Setjen Kemenhan Brigjen Rico Ricardo Sirait di Jakarta, Rabu.

Baca Juga

Menurut dia, di bidang pertahanan, pembicaraan kedua Menhan mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), pendidikan dan pelatihan, pertukaran personel dan kadet, serta pengembangan kerja sama antarlembaga pendidikan pertahanan. Rico menyebut, Sudan ingin mengirimkan personel militernya untuk bisa mengikuti pendidikan di Universitas Pertahanan (Unhan).

"Sudan antara lain menyampaikan keinginan untuk membuka kembali kesempatan bagi personelnya mengikuti pendidikan di Indonesia, termasuk melalui Universitas Pertahanan," ujar Rico.

Dia melanjutkan, salah satu hal menarik yang juga dibicarakan kedua Menhan adalah peluang kerja sama di bidang ketahanan pangan. Rico mengungkapkan, Sudan menyampaikan potensi yang mereka miliki berupa lahan pertanian yang luas dan subur serta sektor peternakan yang cukup besar.

"Potensi tersebut ditawarkan untuk dapat dijajaki bersama Indonesia dalam mendukung program ketahanan pangan. Bagi Indonesia, tentunya peluang ini menarik untuk dipelajari lebih lanjut, terutama kemungkinan kolaborasi yang memberikan manfaat timbal balik bagi kedua negara," ucap Rico.

Berita Lainnya

Rekomendasi