Rabu 09 Sep 2026 07:16 WIB

PISA 2025: Skor Indonesia Melonjak di Tengah Anjloknya Nilai Global

Ada kenaikan domain literasi sains dan literasi membaca.

Siswa mengerjakan soal Ujian Kenaikan Kelas (UKK) dengan sistem daring di SMPN 2 Blitar, Jawa Timur (ilustrasi)
Foto: ANTARA/IRFAN ANSHORI
Siswa mengerjakan soal Ujian Kenaikan Kelas (UKK) dengan sistem daring di SMPN 2 Blitar, Jawa Timur (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengumumkan adanya tren kenaikan pada skor literasi membaca dan sains Indonesia pada Programme for International Student Assessment (PISA) 2025.

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen Toni Toharudin mengatakan hasil skor PISA tersebut menunjukkan kebijakan Kemendikdasmen sudah berada pada arah yang tepat, khususnya pada sisi pengayaan kompetensi guru dan penguatan literasi.

Baca Juga

“Keberhasilan kita bukan naiknya posisi Indonesia dalam peringkat PISA, melainkan semakin naiknya kemampuan murid kita dalam bernalar, memecahkan masalah, dan belajar sepanjang hayat,” kata Toni dalam Temu Media Perilisan dan Tindak Lanjut Hasil PISA 2025 di Gedung E Kemendikdasmen, Jakarta, pada Selasa(8/9/2026), seperti dilansir dari Antara.

Di tengah tren skor sains, membaca, dan matematika negara-negara OECD yang menurun selama 25 tahun terakhir, ia mengatakan performa pendidikan Indonesia relatif stabil, bahkan Indonesia naik di literasi dan sains.

Pihaknya melaporkan adanya kenaikan pada dua domain utama PISA 2025, yakni domain literasi sains yang naik 6 poin dari 383 pada PISA 2022 menjadi 389 serta domain literasi membaca yang juga naik 6 poin, dari 359 menjadi 365 poin. Adapun skor matematika berada di angka 364, mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yang berada pada 366 poin.

Pencapaian ini, lanjut Toni, semakin berarti bila melihat Coverage Index, yaitu proporsi murid usia 15 tahun yang berada dalam sistem pendidikan formal.

Pada keikutsertaan pertama PISA 2003, pihaknya mencatat Coverage Index Indonesia baru 0,46. Sementara itu, pada PISA 2025, angka teraebut melonjak hampir dua kali lipat menjadi 0,90.“Ini menjadi bukti perluasan akses pendidikan yang signifikan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk sejak Indonesia beralih penuh dari moda paper based test (PBT) ke computer based test (CBT) mulai PISA 2018,” kata Toni.

Ia menambahkan tantangan selanjutnya ialah memastikan kebijakan pendidikan saat ini dilaksanakan secara konsisten dan berdampak terhadap pengalaman belajar setiap murid di setiap kelas.Untuk itu, pihaknya siap menindaklanjuti hasil PISA 2025 tersebut dengan sejumlah strategi.

photo
Kemendikdasmen meluncurkan lagu anak dari album Karya Cipta Lagu Pembelajaran Anak Usia Dini (KICAU) 2025 serta menutup kegiatan dengan pembacaan Ikrar Pelajar Indonesia. - (Kemendikdasmen)

 

sumber : Antara
Berita Lainnya

Rekomendasi