Selasa 08 Sep 2026 19:47 WIB

Perusahaan Malaysia Ikut Terlibat Kebakaran Asap di Indonesia? Ini Jawaban PM Anwar Ibrahim

Anwar Ibrahim menilai ASEAN perlu meninjau kembali penanganan Karhutla.

Pengendara melintas di jalan lingkar selatan Palembang-Banyuasin yang tertutup kabut asap di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu (2/9/2026). Kabut asap yang menyelimuti daerah tersebut merupakan dampak dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Kabuoaten Ogan Ilir (OI) dan Kabupaten Banyuasin, saat ini Satgas Karhutla Sumatera Selatan terus mengintensifkan pemadaman kathutla melalui darat dan udara di sejumlah Kab/kota tersebut.
Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Pengendara melintas di jalan lingkar selatan Palembang-Banyuasin yang tertutup kabut asap di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu (2/9/2026). Kabut asap yang menyelimuti daerah tersebut merupakan dampak dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Kabuoaten Ogan Ilir (OI) dan Kabupaten Banyuasin, saat ini Satgas Karhutla Sumatera Selatan terus mengintensifkan pemadaman kathutla melalui darat dan udara di sejumlah Kab/kota tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim angkat bicara terkait kebakaran hutan dan lahan yang menerpa  Indonesia dan Malaysia.

PM Malaysia berpandangan bahwa masalah pembakaran lahan di Indonesia perlu diselidiki secara menyeluruh, termasuk mengidentifikasi penyebab sebenarnya dari kebakaran tersebut sebelum tindakan apa pun diambil terhadap pihak mana pun.

Baca Juga

Ketika ditanya apakah ada perusahaan Malaysia yang beroperasi di Indonesia yang telah melakukan kesalahan dan berkontribusi pada masalah kabut asap? Anwar mengatakan bahwa Malaysia menghormati setiap tindakan hukum oleh otoritas Indonesia.

"Jika ada perusahaan Malaysia yang terdampak (terlibat), kami akan memberi ruang kepada Indonesia untuk mengambil tindakan. Kami tentu akan menghormati tindakan di sana dan kami tidak akan membela (tindakan tersebut)," katanya, Selasa.

Ia menekankan bahwa Malaysia tidak akan campur tangan atau melindungi perusahaan mana pun jika penyelidikan membuktikan bahwa ada perusahaan yang melanggar hukum.

Tinjau mekanisme

Di sisi lain, Anwar Ibrahim menilai ASEAN perlu meninjau kembali mekanisme yang ada dalam menangani masalah kabut asap lintas batas untuk menghindari dampak buruk terhadap kesehatan masyarakat.

 

sumber : Antara
Berita Lainnya

Rekomendasi