Selasa 08 Sep 2026 18:00 WIB

Karhutla Belum Reda, Kualitas Udara di Sejumlah Wilayah Kalimantan-Sumatra tidak Sehat

Salah satu wilayah yang masih terjadi karhutla adalah Kalimantan Barat.

Rep: Bayu Adji Prihammanda/ Red: Mas Alamil Huda
Warga berkendara menembus kabut asap di kawasan Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (5/9/2026).
Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Warga berkendara menembus kabut asap di kawasan Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (5/9/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di enam provinsi Indonesia. Kondisi tersebut turut berdampak pada kualitas udara, terutama di sejumlah wilayah Kalimantan dan Sumatra yang dilaporkan berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan salah satu wilayah yang masih terjadi karhutla adalah Kalimantan Barat. Di provinsi itu, tercatat ada 36 titik api (firespot) dengan luas lahan terbakar lebih dari 350 hektare pada Senin (7/9/2026).

Baca Juga

"Yang berhasil dipadamkan sebesar 105 hektare lebih. Kualitas udara berbahaya, dan jarak pandang di bawah 1 km," kata Berton saat konferensi pers secara daring, Selasa (8/9/2026).

Menurut dia, pemerintah mengerahkan satgas darat dan udara untuk menangani karhutla di Kalimantan Barat. Sebanyak 15.091 personel dilibatkan dalam operasi darat dan telah memadamkan sekitar 102 hektare lahan.

Upaya pemadaman juga dilakukan dari udara melalui patroli dan water bombing. Sebanyak 172 ribu liter air dijatuhkan dan berhasil memadamkan sekitar tiga hektare lahan. Selain itu, modifikasi cuaca dilakukan dengan tiga armada udara dan bahan semai sekitar 4.400 kilogram garam.

Berton menambahkan, di Kalimantan Tengah tercatat ada 47 titik api dengan luas lahan terbakar lebih dari 100 hektare. Dari luasan tersebut, lebih dari 67 hektare telah berhasil dipadamkan.

"Kualitas udara di wilayah tersebut berada pada kategori sangat tidak sehat dengan jarak pandang sekitar 2,8 kilometer," kata dia.

Di provinsi itu, sebanyak 4.686 personel dikerahkan untuk operasi darat dan berhasil memadamkan lebih dari 66 hektare lahan. Sementara operasi water bombing menggunakan empat armada dengan total 240 ribu liter air dan berhasil memadamkan lebih dari delapan hektare lahan. "Kualitas udara sangat tidak sehat dan jarak pandang sebesar 2,8 km," ujar Berton.

Karhutla juga ditemukan di Kalimantan Selatan dengan 21 titik api. Tercatat luas lahan terbakar lebih dari 260 hektare, tapi 163 hektare di antaranya telah berhasil dipadamkan.

Berton mengatakan, operasi penanganan karhutla di wilayah tersebut melibatkan 1.408 personel satgas darat. Dari udara, pemadaman dilakukan melalui water bombing dengan lebih dari 780 ribu liter air yang dijatuhkan dan berhasil memadamkan sekitar 115 hektare lahan. Sementara kualitas sedang-tidak sehat dengan jarak pandang di bawah 5 kilometer.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi