Selasa 08 Sep 2026 17:45 WIB

Gerindra Respons Pidato AHY yang Dianggap Beri Sinyal Maju di Pilpres 2029, Begini Katanya

AHY menyebut kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya.

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Mas Alamil Huda
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Foto: Republika/Prayogi
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Isu Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berpeluang maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mulai mengemuka setelah pidatonya dalam peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat. Menanggapi isu tersebut, Partai Gerindra menegaskan tidak akan menghalangi jika AHY maupun partai politik lain memiliki keinginan untuk mencalonkan diri pada kontestasi politik mendatang.

Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong mengatakan partainya tidak memiliki hak untuk menghalangi keinginan partai politik lain untuk mencalonkan kadernya dalam kontestasi politik mendatang. "Ya tentu setiap partai punya kebebasan, kemerdekaan masing-masing. Kita juga dari Gerindra tidak bisa melarang ya setiap partai kemudian kalau ada keinginan atau ada kemauan untuk kemudian mencalonkan diri," kata Bahtra di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (8/9/2026).

Baca Juga

Pernyataan Bahtra disampaikan ketika ditanya mengenai pidato AHY dalam peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat pada Sabtu (5/9/2026). Dalam pidato tersebut, AHY menyinggung siklus pergantian kekuasaan dan pentingnya menjaga hak rakyat untuk memilih maupun dipilih.

Selain itu, Bahtra mengatakan, Gerindra menghargai pernyataan yang disampaikan AHY. Menurut dia, setiap partai memiliki keleluasaan untuk menentukan sikap politiknya, termasuk terkait kontestasi Pemilu 2029.

"Tentu kami menghargai, menghormati setiap pendapat partai, baik itu partai yang di luar koalisi, begitupun partai yang ada di pemerintahan sebagai koalisi Kabinet Merah Putih yang dipimpin oleh Presiden Prabowo," tuturnya.

Namun, Bahtra menegaskan, Gerindra saat ini masih berfokus mengawal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut janji-janji kampanye yang disampaikan pada Pilpres 2024 harus ditunaikan.

"Namun kami dari Partai Gerindra ya tentu fokus kami saat ini terus mengawal program prioritas Presiden Prabowo karena pada saat pilpres yang lalu tentu juga janji kampanye harus ditunaikan," ujarnya.

Ia kembali menegaskan bahwa Gerindra memberikan keleluasaan kepada partai-partai lain yang memiliki keinginan untuk mengikuti kontestasi politik pada 2029.

"Dan kami juga tentu memberi keleluasaan ya ke partai koalisi mana pun jika misalnya ada partai-partai yang berkeinginan atau punya harapan ke depan untuk melakukan kontestasi itu silakan aja dan setiap partai kan punya kemerdekaan masing-masing ya dan tentu kami juga tidak bisa menghalangi ya partai siapa pun itu," katanya menambahkan.

Di sisi lain, Bahtra juga enggan menafsirkan apakah pernyataan AHY mengenai pergantian kekuasaan merupakan bentuk sindiran terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran atau sinyal pencalonan pada Pilpres 2029. Menurutnya, pernyataan tersebut sebaiknya dikonfirmasi langsung kepada AHY.

"Kalau soal itu silakan ditanya ke Pak AHY ya. Saya tidak, tentu tidak punya hak untuk menafsirkan itu, tetapi setiap partai kan punya kebebasan masing-masing, baik itu partai yang ada di pemerintah begitupun partai yang di luar pemerintah," ungkapnya.

 

 

sumber : Antara
Berita Lainnya

Rekomendasi