Selasa 08 Sep 2026 12:50 WIB

Anggapan Erupsi Gunung Api di Indonesia Sebuah Rekayasa Dinilai tak Berdasar, Ini Kata Pakar Gempa

Erupsi gunung api merupakan bagian dari dinamika internal bumi

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Teguh Firmansyah
Erupsi gunung.
Foto: Yudi Manar/Antara Foto
Erupsi gunung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakar gempa bumi dari Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono menegaskan anggapan bahwa erupsi sejumlah gunung api di Indonesia terjadi akibat rekayasa teknologi atau penggunaan senjata merupakan tudingan tidak memiliki dasar. Ia membantah mentah-mentah tudingan itu.

Menurut Daryono, erupsi gunung api merupakan bagian dari dinamika internal bumi yang melibatkan pelepasan energi endogenik dalam skala sangat besar. Proses tersebut berlangsung jauh di bawah permukaan dan tidak dapat disimulasikan maupun dikendalikan dengan teknologi buatan manusia.

Baca Juga

“Dalam terminologi geologi, tektonik, dan geofisika, erupsi gunung api merupakan pelepasan energi endogenik Bumi berskala sangat masif yang mustahil disimulasi, dibangkitkan, atau dikendalikan oleh teknologi buatan manusia mana pun,” ujar Daryono pada Selasa (8/9/2026).

Daryono menjelaskan energi yang mendorong proses erupsi berasal dari dinamika mantel Bumi pada kedalaman puluhan hingga ratusan kilometer di bawah permukaan. Magma bergerak naik terutama karena gaya apung akibat densitasnya yang lebih rendah dibandingkan batuan di sekitarnya, disertai akumulasi tekanan gas seperti uap air, karbon dioksida, dan sulfur dioksida.

Tekanan dalam sistem magma dapat mencapai tingkat yang sangat tinggi. Karena itu, menurut Daryono, tidak terdapat mekanisme teknologi yang masuk akal untuk sengaja mengubah tekanan fluida silikat di kedalaman tersebut guna memicu erupsi.

“Tidak ada teknologi gelombang elektromagnetik maupun ledakan buatan manusia yang sanggup menembus kedalaman kerak Bumi untuk mengubah tekanan fluida silikat tersebut secara sengaja,” ujar Daryono.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi