Senin 07 Sep 2026 17:45 WIB

Capello Nilai Roma Bisa Jadi Penantang Serius Inter dalam Perebutan Scudetto Musim Ini

Roma mengawali kompetisi Serie A musim ini dengan catatan sempurna tiga kemenangan.

Rep: Fitriyanto/ Red: Israr Itah
Para pemain AS Roma merayakan kemenangan atas Atalanta di Serie A Liga Italia.
Foto: EPA/ANGELO CARCONI
Para pemain AS Roma merayakan kemenangan atas Atalanta di Serie A Liga Italia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- AS Roma mulai mengirim sinyal serius dalam perburuan Scudetto Serie A Italia 2026/2027. Tiga kemenangan dari tiga pertandingan membuat mantan pelatih Roma Fabio Capello melihat I Giallorossi punya modal untuk menjadi penantang utama Inter Milan dalam perebutan gelar juara.

Roma, yang kini ditangani Gian Piero Gasperini, mengawali kompetisi dengan catatan sempurna. Bersama Inter, Roma menjadi dua tim yang sama-sama mengoleksi sembilan poin dari tiga laga pertama. Bagi Capello, performa tersebut bukan sekadar hasil positif pada awal musim, melainkan menunjukkan kualitas yang bisa membawa Roma bersaing hingga papan atas.

Baca Juga

Permainan agresif jadi kekuatan Roma

Capello, yang pernah membawa Roma meraih Scudetto pada musim 2000/2001, menilai pendekatan permainan Gasperini menjadi salah satu alasan Roma layak diperhitungkan. Ia melihat para pemain berani bermain agresif, melakukan duel satu lawan satu, sekaligus memiliki kemauan untuk saling membantu ketika kehilangan bola.

"Roma bermain satu lawan satu, habis-habisan, dan yang terpenting, memiliki gaya proaktif di mana setiap orang saling membantu," kata Capello, dikutip dari laporan media Italia, Senin (7/9/2026).

Menurut Capello, kekuatan Roma juga terlihat ketika memasuki sepertiga akhir lapangan. Keberadaan sejumlah pemain kreatif membuat Roma memiliki lebih banyak pilihan untuk membongkar pertahanan lawan, termasuk ketika ruang permainan semakin sempit.

"Ketika Anda memiliki empat atau lima pemain berkualitas di sepertiga akhir lapangan yang tahu bagaimana berkomunikasi di ruang sempit, cepat atau lambat sesuatu akan terjadi," ujarnya.

Mentalitas tersebut terlihat ketika Roma menghadapi Atalanta pada Sabtu (5/9/2026). Sempat tertinggal lebih dahulu, Roma bangkit dan mengamankan kemenangan 2-1 di Stadion Olimpico. Mario Hermoso dan Matias Soule menjadi penentu kemenangan melalui gol-gol pada menit-menit akhir.

Kedalaman Skuad dan Peran Dybala

Capello juga menyoroti keputusan Gasperini membangun skuad dengan kedalaman di setiap posisi. Menurut dia, keberadaan dua pemain berkualitas untuk setiap posisi memberi keuntungan ketika kompetisi memasuki fase padat dan pertandingan menuntut perubahan strategi.

"Gasp menginginkan dua pemain inti di setiap posisi, dan dia benar. Anda bisa melihat hasilnya di Olimpico pada hari Sabtu, dengan pergantian pemain di babak kedua," kata Capello.

Ia juga melihat adanya atmosfer positif di dalam skuad Roma. Para pemain yang tidak menjadi pilihan utama tetap menunjukkan motivasi ketika mendapat kesempatan bermain. Bagi Capello, sikap tersebut menjadi tanda bahwa Gasperini berhasil membangun kompetisi internal yang sehat.

View this post on Instagram

A post shared by AS Roma (@officialasroma)

 

Berita Lainnya

Rekomendasi