REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Jepang telah mengirimkan sekitar 600 personel dan tiga helikopter CH-47 Chinook dari Pasukan Bela Diri Darat Jepang (Japan Ground Self-Defense Force/JGSDF) ke Indonesia. Mereka diangkut menggunakan kapal pendarat tank JS Kunisaki (LST 4003), yang berangkat dari Pelabuhan Kure, Jepang pada Sabtu (30/8/2026).
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto menjelaskan, para personel JGSDF diperkirakan tiba di Indonesia pada Kamis (10/9/2026). "10 September informasi, langsung ke Kalimantan Barat," katanya kepada Republika di Mako Korps Marinir, Kwitang, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2026).
Dia menjelaskan, nantinya personel JGSDF bakal langsung mengoperasikan helikopter Chinook untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah titik yang sudah ditentukan. Suharyanto menyebut, JGSDF sudah berkoordinasi dengan TNI dalam pengoperasian helikopter Chinook dalam membantu penandangan karhutla.
"Ya operasinya (Chinook) nanti di Mabes TNI dan BNPB. Sudah ada tim pendahulu juga dari Jepang," ujar Suharyanto.
Dia memastikan, kehadiran pasukan Jepang sangat membantu dalam penanganan karhutla. Selain dukungan personel, peralatan yang dibawa dari Jepang juga bisa mendukung petugas di lapangan yang selama ini sudah berjibaku dalam pemadaman api di lahan gambut. "Mereka di Kalimantan (fokus) di sana," ucap Suharyanto.




