REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) di Kota Tangerang, Banten pada Ahad (6/9/2026), dipenuhi oleh penumpang pesawat yang gagal berangkat akibat terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Sebagian besar dari mereka tetap bertahan di Bandara Soetta hingga siang ini sambil menunggu kejelasan nasib.
Salah satu penumpang, Annisa seharusnya terbang ke Padang pada pukul 05.00 WIB. Penerbangannya sempat ditunda hingga tiga kali. Saat mengalami penundaan, Annisa sempat berharap tetap dapat berangkat pada hari ini. Tapi hingga pukul 13.00 WIB ternyata maskapai memutuskan untuk menunda penerbangan.
"Penerbangan saya ditunda sampai tanggal 8 baru dapat jadwal lagi, itu pun kalau nggak ditunda lagi," kata Annisa kepada Republika, Ahad (6/9/2026).
Meski mendapat jadwal penerbangan baru, Annisa tetap pesimis. Dia tak yakin dapat terbang ke Padang, Sumatra Barat dalam waktu dekat. "Kayaknya kalau sudah erupsi gini nggak mungkin selesai satu dua hari," ujarnya.
Selama menunggu nasib sekitar delapan jam, Annisa tak mendapatkan kompensasi apa pun dari pihak maskapai. Dia baru mendapat kabar penjadwalan ulang penerbangannya sekitar sejam yang lalu. "Dari pagi saya nunggu di sini nggak dapat apa-apa, makanan nggak ada, minuman enggak ada. Baru tadi dikabarin dijadwal ulang (penerbangannya)," ujar Annisa.
Penumpang lainnya, Andre juga merasakan hal serupa. Dia hanya menunggu di pintu masuk counter salah satu maskapai bersama penumpang lain. Mereka berharap pihak maskapai memberi kejelasan nasib. Sebab tak semua maskapai dan rute penerbangan memberikan kejelasan nasib. "Masih nunggu kejelasan ini, direschedule atau gimana ini," ucap Andre.
Penumpang lain, Sudarsih mengeluhkan pihak maspakai yang tak kunjung memberi kejelasan nasib. Sudarsih heran penerbangan ke arah Surabaya juga tetap dibatalkan meski jauh dari Krakatau. "Tiketnya mau dikembalikan kah? Lah besok kalau nggak bisa (terbang) ya gimana? Jadi ini masih nunggu," ucap Sudarsih.
Rekomendasi
-
Sabtu , 17 Oct 2026, 15:46 WIB
UBSI Kampus Tasikmalaya Gelar Seminar Pemuda Digital, Dorong Guru BK Manfaatkan AI di Sekolah
-
-
Sabtu , 17 Oct 2026, 15:31 WIBTrump Larang Wartawan, Hakim Pilihannya Bela Pers
-
Sabtu , 17 Oct 2026, 15:01 WIBKetika Keadilan Memahami Kebaikan
-
Sabtu , 17 Oct 2026, 14:43 WIBPerhumas Ingatkan Risiko Disinformasi dan Deepfake di Era AI
-
Sabtu , 17 Oct 2026, 14:37 WIBHilirisasi Sebagai Katalis Kesejahteraan dan Kemakmuran Rakyat
-




