Jumat 04 Sep 2026 18:01 WIB

Jembatan Garuda di Pangandaran Ambruk Saat Peresmian, KSAD Minta Maaf Sebut Kelebihan Kapasitas

Kelebihan kapasitas menyebabkan tali sling di sisi jembatan terputus.

Kondisi Jembatan Gantung Pongpet di Dusun Margajaya RT 01/12, Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Senin (31/8/2026).
Foto: ANTARA/HO-Humas TNI AD
Kondisi Jembatan Gantung Pongpet di Dusun Margajaya RT 01/12, Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Senin (31/8/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKART -- Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meminta maaf atas insiden rusaknya Jembatan Garuda yang dibangun TNI AD di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat beberapa waktu lalu. Ia mengaku bertanggung jawab atas insiden tersebut. 

"Saya selaku Kepala Satgas jembatan yang ditunjuk oleh Presiden, saya pribadi bersama anggota memohon maaf atas kejadian tersebut. Kami bertanggung jawab atas kejadian tersebut," ujar Maruli dalam siaran pers TNI AD diterima di Jakarta, Jumat (4/9/2026).

Baca Juga

Menurut Maruli, rusaknya jembatan itu disebabkan oleh beberapa hal. Salah satunya yakni kelebihan kapasitas. Dia mengatakan, jembatan tersebut tidak didesain untuk menampung 50 orang sekaligus.

Faktor tersebut yang menyebabkan tali sling pada salah satu sisi jembatan terputus sehingga membuat jembatan jatuh.

Dalam siaran pers yang sama, Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menegaskan bahwa posisi TNI AD tidak untuk menyalahkan warga atas insiden itu.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi