Kamis 03 Sep 2026 15:29 WIB

Media Asing Soroti Kasus Keracunan Santri Usai Santap MBG di Jatim

BGN memberi sanksi tegas kepada SPPG terkait kasus keracunan di Sidoarjo.

Santri yang diduga mengalami keracunan makanan mendapatkan perawatan medis di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (2/9/2026). Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan saat ini seluruh pihak terkait fokus memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan dengan baik oleh rumah sakit dan tenaga medis.
Foto: ANTARA FOTO/Umarul Faruq
Santri yang diduga mengalami keracunan makanan mendapatkan perawatan medis di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (2/9/2026). Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan saat ini seluruh pihak terkait fokus memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan dengan baik oleh rumah sakit dan tenaga medis.

REPUBLIKA.CO.ID, SIDOARJO -- Kasus keracunan Makan Bergizi Gratis yang terjadi di Sidoarjo menarik media internasional. Kasus ini menjadi perhatian mengingat jumlah korban yang lebih dari 500 orang.

Kantor berita Reuters menulis judul, "Over 500 students suffer food poisoning in Indonesia's East Java." Reuters mengutip pejabat Bagan Gizi Nasional (BGN) Ketut Sumedana.

Baca Juga

"Fokus kami saat ini adalah menyelamatkan kesehatan anak-anak kami di sejumlah rumah sakit," ujar Ketut dalam sebuah pernyataan video.

Tulisan Reuters dikutip banyak media asing termasuk US News.

Media Aljazeera yang berbasis di Qatar membuat cerita keracunan ini dalam bentuk tayanan visual. "Over 500 students hospitalised after eating state-supplied meals in Indonesia," tulis Aljazeera dengan menayangkan korban yang tengah dirawat. 

Media Inggris, the Guardian menulis, "More than 800 students and teachers in Indonesia suffer food poisoning after eating government free meals."

 

Berita Lainnya

Rekomendasi