REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komitmen pemulihan pascabencana membutuhkan pendampingan yang tidak berhenti pada masa tanggap darurat. Hal tersebut diwujudkan melalui kolaborasi kemanusiaan lintas negara antara Yayasan Amanah Kemanusiaan Global (AMAL) dan Kelab Perwira Malaysia yang telah menjalankan lima tahap aksi kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.
Tahap terbaru diwujudkan melalui Misi Kemanusiaan ke-5: Wira Nusantara yang dilaksanakan pada 13–16 Agustus 2026. Selama empat hari, sebanyak 17 personel gabungan yang terdiri dari staf dan relawan Kelab Perwira Malaysia, pengurus Yayasan AMAL, serta Person in Charge (PIC) lokal AMAL terlibat dalam berbagai kegiatan kemanusiaan di sejumlah wilayah terdampak.
Pendampingan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk membantu pemulihan masyarakat Aceh Tamiang pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025.
Bencana yang dipicu curah hujan ekstrem tersebut menyebabkan luapan sungai, merendam sejumlah wilayah, serta merusak berbagai infrastruktur. Akses jalan dan jembatan di sejumlah titik turut terdampak, sementara sebagian masyarakat terpaksa mengungsi dan menghadapi gangguan terhadap aktivitas ekonomi maupun pendidikan.
Sejak bencana terjadi, AMAL dan Kelab Perwira Malaysia telah menjalankan pendampingan dalam lima tahap. Tahap pertama dilaksanakan pada Desember 2025 melalui respons tanggap darurat berupa penyaluran bantuan kebutuhan dasar.
Pendampingan kemudian dilanjutkan pada Februari 2026 untuk membantu menopang kebutuhan masyarakat pada masa pemulihan. Pada Maret 2026, tim melaksanakan program Dapur Panas serta menyalurkan perlengkapan sekolah bagi anak-anak terdampak.
Memasuki Mei 2026, rangkaian program berlanjut dengan peresmian Musola Al-Ikhlas di Tanjung Sementoh, monitoring sejumlah proyek yang telah berjalan, serta asesmen lokasi pembangunan sarana ibadah berikutnya.
Komitmen tersebut kembali diwujudkan dalam Misi Wira Nusantara ke-5 pada Agustus 2026 yang menyasar kebutuhan pangan, pendampingan anak-anak, hingga pemantauan akses air bersih dan infrastruktur masyarakat.
Pada hari pertama, tim melaksanakan kegiatan Dapur Panas di Desa Sidodadi, Kecamatan Kejuruan Muda. Sekitar 150 warga menerima makanan hangat dalam kegiatan tersebut. Rangkaian kegiatan juga diisi dengan kebersamaan antara relawan dari Malaysia dan masyarakat setempat.




