Kamis 03 Sep 2026 14:20 WIB

Telkom Dorong Pemanfaatan AI yang Bertanggung Jawab Lewat BISA Vokasi

Program di Makassar melibatkan 350 siswa dan guru untuk mengeksplorasi pemanfaatan AI

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) secara bertanggung jawab di lingkungan pendidikan melalui program BISA Vokasi.
Foto: dok Telkom
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) secara bertanggung jawab di lingkungan pendidikan melalui program BISA Vokasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) secara bertanggung jawab di lingkungan pendidikan melalui program BISA Vokasi. Inisiatif yang merupakan bagian dari BISA PandAI tersebut diawali di Kota Makassar melalui penyelenggaraan EduMind Wellbeing & AI Camp yang melibatkan 350 peserta.

Peserta terdiri atas 300 siswa dan 50 guru pendamping dari 10 SMA dan SMK. Program tersebut menjadi bagian dari upaya Telkom mewujudkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di sektor pendidikan.

Baca Juga

Kehadiran EduMind Wellbeing & AI Camp merupakan respons Telkom terhadap semakin pesatnya perkembangan dan pemanfaatan teknologi AI di Indonesia, termasuk dalam pendidikan digital. Kementerian Komunikasi dan Digital RI mencatat tingkat adopsi AI di Indonesia pada 2026 telah mencapai 92 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan literasi dan pemanfaatan teknologi yang diiringi dengan perhatian terhadap kesejahteraan emosional dan mental pelajar di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan digital.

Senior General Manager Social Responsibility Telkom Hery Susanto mengatakan, pemanfaatan AI di lingkungan pendidikan perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga kesejahteraan dan kesehatan mental pelajar.

“Melalui EduMind Wellbeing & AI Camp, Telkom sebagai perusahaan digital berkomitmen mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan yang bertanggung jawab di lingkungan pendidikan. Kami percaya bahwa transformasi digital perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga kesehatan mental para pelajar agar mereka tumbuh menjadi generasi yang cerdas, adaptif, dan berkarakter. Telkom akan terus memperkuat kolaborasi bersama sekolah, guru, dan berbagai pemangku kepentingan untuk menghadirkan ekosistem pendidikan yang inklusif, sehat, dan siap menghadapi masa depan,” ujar Hery.

Melalui program tersebut, Telkom tidak hanya mendorong kemampuan peserta dalam memanfaatkan AI, tetapi juga memperkenalkan pendekatan yang menempatkan wellbeing sebagai bagian dari ekosistem pembelajaran digital.

Para guru diperkenalkan pada platform EduMind yang dilengkapi fitur weekly mood check-in, AI-assisted wellbeing monitoring, dan reporting system untuk membantu sekolah memantau kondisi psikologis siswa secara berkelanjutan.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi