Kamis 03 Sep 2026 13:38 WIB

Terhalang Kabut Asap, Pesawat Menhut Raja Juli Gagal Mendarat di Pontianak

Jarak pandang pesawat yang membawa Raja Juli hanya sekitar 100 menteri.

Suasana Bandar Udara Tjilik Riwut diselimuti asap dampak kebakaran hutan dan lahan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Ahad (30/8/2026). Pihak Bandara Tjilik Riwut mengatakan kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan mengakibatkan jarak pandang menurun hingga 300 meter sehingga kedatangan penerbangan dari Surabaya, Jakarta, dan Semarang, serta keberangkatan menuju Semarang, Yogyakarta, Jakarta siang hari, dan Surabaya pada siang serta sore hari dibatalkan.
Foto: ANTARA FOTO/Auliya Rahman
Suasana Bandar Udara Tjilik Riwut diselimuti asap dampak kebakaran hutan dan lahan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Ahad (30/8/2026). Pihak Bandara Tjilik Riwut mengatakan kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan mengakibatkan jarak pandang menurun hingga 300 meter sehingga kedatangan penerbangan dari Surabaya, Jakarta, dan Semarang, serta keberangkatan menuju Semarang, Yogyakarta, Jakarta siang hari, dan Surabaya pada siang serta sore hari dibatalkan.

REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK -- Pesawat yang membawa Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni bersama rombongan, gagal mendarat di Bandara Supadio Pontianak. Pesawat gagal mendarat karena kabut asap tebal dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti wilayah Kalimantan Barat (Kalbar).

"Di tempat kita ini beliau batal datang karena kabut asap dan jarak pandang hanya bisa 100 meter saja. Sehingga pesawat tidak berani untuk landing," kata Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan di Pontianak, Kamis.

Baca Juga

Kondisi jarak pandang yang hanya sekitar 100 meter membuat pesawat yang ditumpangi Menhut tidak berani mendarat dan kunjungannya ke Kalbar terpaksa ditunda.

Wagub Krisantus mengatakan, apabila kondisi cuaca dan jarak pandang membaik, Menhut Raja Juli Antoni diupayakan tetap hadir di Kalbar untuk melanjutkan agenda yang telah disiapkan, atau paling lambat dijadwalkan kembali pada hari berikutnya.

Dalam kunjungan ke Kalbar, Menhut dijadwalkan akan meninjau tiga lokasi yang terdampak karhutla, yakni kawasan Limbung, sekitar SMA Negeri 4, dan Rasau Jaya.

Setelah peninjauan lapangan, agenda dilanjutkan dengan rapat koordinasi bersama sejumlah pemangku kepentingan yang terlibat dalam penanganan karhutla di Kalbar.

 

sumber : Antara
Berita Lainnya

Rekomendasi