Kamis 03 Sep 2026 07:09 WIB

Trump Ingin Ubah Nama Selat Hormuz Jadi ‘Selat Trump’

Trump menilai perekonomian Iran telah ambruk.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam keterangan pers di Gedung Putih, Senin (31/8/2026).
Foto: EPA/Annabelle Gordon
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam keterangan pers di Gedung Putih, Senin (31/8/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ingin mengubah nama Selat Hormuz menjadi Selat Trump. Dia mengeklaim bahwa jalur perairan strategis tersebut kini tak lagi dikontrol Iran, melainkan oleh AS.

“Sekarang kita memilikinya di bawah kendali AS. Haruskah kita mengubah nama Selat Hormuz menjadi Selat Trump? Seperti Amerika sendiri, itu akan ‘lebih panas’ dari sebelumnya,” tulis Trump lewat akun Social Truth pribadinya pada Rabu (2/9/2026).

Baca Juga

Itu bukan kali pertama Trump ingin mengubah nama sebuah titik geografis. Sekitar sepekan lalu, dia memerintahkan pengubahan nama Danau Ontario menjadi Danau Amerika. Perintah tersebut muncul saat AS dan Kanada tengah terlibat peramg dagang.

Tak lama setelah dilantik sebagai presiden pada Januari 2025 lalu, Trump mengubah nama Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika. Baik Kanada maupun Meksiko sama-sama belum menerima perubahan tersebut.

Terkait Selat Hormuz, saat ini Trump masih berusaha merebut kendali jalur perairan strategis tersebut dari Iran. Saat ini kedua negara masih terlibat konfrontasi. Meski sempat menyepakati gencatan senjata, Trump mengatakan tidak akan memaksa Iran untuk kembali ke meja perundingan.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi