Rabu 02 Sep 2026 15:35 WIB

Polisi Ungkap Cara Dapatkan Sketsa Terduga Pelaku Pengeroyokan Bambang Setiyawan

Bambang, pedagang cermin jadi korban kerusuhan saat demo pekan lalu.

Rep: Rizky Suryarandika,Rizky Suryarandika,Rizky Suryarandika,Rizky Suryarandika,Muhammad Noor Alfian Choir/ Red: Andri Saubani
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol. Iman Imanuddin menunjukkan sketsa wajah dua terduga pelaku pengeroyokan yang menewaskan warga Pejompongan, Bambang Setiyawan, dalam konferensi pers perkembangan penanganan pascakerusuhan 27 Agustus di Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Rabu (2/9/2026). Polda Metro Jaya menetapkan 47 orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan kerusuhan, perusakan fasilitas umum, dan penganiayaan saat aksi demonstrasi di kawasan DPR/MPR hingga Pejompongan pada 27 Agustus 2026.
Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol. Iman Imanuddin menunjukkan sketsa wajah dua terduga pelaku pengeroyokan yang menewaskan warga Pejompongan, Bambang Setiyawan, dalam konferensi pers perkembangan penanganan pascakerusuhan 27 Agustus di Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Rabu (2/9/2026). Polda Metro Jaya menetapkan 47 orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan kerusuhan, perusakan fasilitas umum, dan penganiayaan saat aksi demonstrasi di kawasan DPR/MPR hingga Pejompongan pada 27 Agustus 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polda Metro Jaya mengusut kasus kematian Bambang Setiyawan, pedagang cermin yang menjadi korban dalam kerusuhan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada 27 Agustus 2026 lalu. Polisi kini telah mengantongi sketsa wajah dua orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan atau penganiayaan yang menyebabkan Bambang meninggal dunia.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin mengatakan sketsa tersebut diperoleh setelah penyidik mengumpulkan keterangan saksi dan melakukan analisis terhadap rekaman digital yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

"Penyidik telah melakukan persesuaian antara keterangan saksi dan hasil analisis digital, didapatkan sketsa wajah yang mengarah kepada terduga pelaku pengeroyokan dan atau penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang," kata Iman dalam konferensi pers, Rabu (2/9/2026).

Menurut Iman penyidik telah memeriksa 14 orang saksi untuk mengungkap rangkaian peristiwa kerusuhan, termasuk dugaan pengerusakan fasilitas publik serta penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Penyidik juga melakukan pemeriksaan dan uji laboratorium terhadap sejumlah rekaman video, rekaman CCTV dari beberapa titik, serta konten yang beredar di media sosial.

“Penyidik telah melakukan pemeriksaan dan uji laboratorium terhadap video dan beberapa dari beberapa titik CCTV maupun video-video atau konten-konten yang ada di media sosial yang diduga terkait peristiwa hukum yang memiliki hubungan dengan keterangan saksi atas dugaan tindak pidana yang terjadi,” katanya. 

photo
Suasana jalan tol yang kosong saat aksi demonstrasi di kawasan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Aksi massa terkait desakan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset tersebut belangsung hingga sekitar pukul 21.00 WIB. Saat personel Kepolisian melakukan pembubaran massa aksi sekiatr pukul 20.00 WIB, massa melakukan perlawanan hingga terjadi bentrokan. - (Republika/Thoudy Badai)

Dari hasil penyidikan tersebut, polisi memperoleh dua sketsa wajah terduga pelaku. Sketsa pertama menggambarkan seorang laki-laki berusia sekitar 30 hingga 40 tahun dengan bentuk wajah oval, alis tipis, bibir tebal, hidung pendek, bola mata berwarna hitam, dan kulit berwarna coklat.

Sementara itu, sketsa kedua menggambarkan seorang laki-laki berusia sekitar 30 hingga 40 tahun dengan bentuk wajah kotak, hidung pesek, bibir bawah tebal, serta memiliki kumis dan janggut. Pria tersebut juga disebut memiliki bola mata berwarna hitam dan kulit berwarna cokelat.

Iman menegaskan, polisi masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku yang diduga melakukan penganiayaan atau pengeroyokan hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

“Saat ini penyidik sedang melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku yang melakukan dugaan tindak pidana penganiayaan atau pengeroyokan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang,” katanya. 

"Dan kami terus berkomitmen untuk mengusut aktor-aktor intelektual maupun penggerak, penyedia dana dalam kerusuhan yang ditimbulkan," katanya mengakhiri. 

 

Baca Juga

Berita Lainnya

Rekomendasi