REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Sebanyak 400 pelajar dari 30 kota dan kabupaten di Indonesia mengikuti Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) Bandung Chapter 2026 pada 29-30 Agustus 2026. Forum tersebut menggunakan simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melatih peserta membahas isu global, bernegosiasi, dan menyusun keputusan.
AYIMUN Bandung Chapter memiliki tiga council yang mensimulasikan forum PBB. Kegiatan ini diselenggarakan International Global Network (IGN) dengan dukungan Kementerian Pariwisata.
President IGN Muhammad Fahrizal mengatakan, keterampilan yang diperoleh peserta melalui simulasi Model United Nations (MUN) berkaitan dengan kemampuan yang dibutuhkan dalam menghadapi persoalan di masa depan.
“Keputusan yang kalian buat disini mungkin memang merupakan bagian dari sebuah simulasi. Namun, keterampilan yang kalian kembangkan di sini adalah sesuatu yang nyata: kemampuan untuk bernegosiasi, keberanian untuk berbicara, kedisiplinan untuk mendengarkan, dan kemauan untuk bekerja bersama orang-orang yang tidak selalu melihat dunia dengan cara yang sama seperti kalian. Inilah kualitas-kualitas yang akan dituntut oleh berbagai tantangan di masa depan,” ujar Fahrizal pada Selasa (1/9/2026).
Perwakilan United Nations Indonesia Diandra Pratami menyoroti posisi Bandung dalam sejarah diplomasi internasional karena menjadi lokasi Konferensi Asia-Afrika 1955. Ia menjelaskan tiga fokus utama PBB di Indonesia, yakni human development, nature, decarbonization and resilience, serta economic and digital transformation.
Ketiga fokus tersebut diterjemahkan melalui berbagai program yang mendukung target pembangunan nasional dan Sustainable Development Goals (SDGs), dengan melibatkan generasi muda.
"Anak muda bukan hanya penerima manfaat dari pembangunan, tetapi juga merupakan bagian penting dari mereka yang membentuk masa depan. Karena itu, keterlibatan anak muda dalam berbagai isu pembangunan menjadi sangat penting,” ujar Diandra.
Pembicara lainnya, Fuel Terminal Manager PT Pertamina (Persero) Afifah Rahmawati mengajak peserta melihat makna “securing tomorrow” secara lebih luas. Menurutnya, memastikan masa depan juga berkaitan dengan pemahaman terhadap identitas dan nilai-nilai yang perlu dijaga untuk generasi mendatang.
Selama konferensi, peserta mengikuti diskusi dan simulasi sidang diplomasi. Setiap sesi didampingi chairs dan fasilitator untuk membantu delegasi menjalankan simulasi dan membahas isu yang menjadi agenda masing-masing council.
AYIMUN Bandung Chapter diikuti Li Pei Kon, Rafliansyah, Syaqirah binti Ahmad, Ahmad Moqtav, Gianina Edella, Tushar, Krisalin Marpaung, dan Jason Ong sebagai chairs dan fasilitator.
AYIMUN Bandung Chapter merupakan salah satu rangkaian pengembangan AYIMUN Chapter di Indonesia dengan dukungan Kementerian Pariwisata dan Pertamina. Program serupa sebelumnya diselenggarakan di Kelapa Gading, Bekasi, Pekanbaru, dan Depok.
Setelah Bandung, IGN akan melanjutkan rangkaian AYIMUN melalui AYIMUN Cibubur Chapter pada 26-27 September 2026 dan AYIMUN Penang Chapter pada 10-11 Oktober 2026.




