Rabu 02 Sep 2026 11:08 WIB

Mahasiswi PPDS Diisukan Meninggal Akibat Bullying, Undip dan RSUP Kariadi Membantah

Kabar tersebut beredar dan menjadi pembahasan di media sosial.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Mas Alamil Huda
Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Kariadi di Kota Semarang, Jawa Tengah.
Foto: Republika.co.id
Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Kariadi di Kota Semarang, Jawa Tengah.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG — Universitas Diponegoro (Undip) dan RSUP dr Kariadi Semarang membantah kabar soal dugaan perundungan yang mengakibatkan mahasiswi PPDS Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran (FK) Undip bernama Yuda Nabella Prameswari meninggal dunia. Kabar tersebut beredar dan menjadi pembahasan di media sosial.

Humas RSUP dr Kariadi Semarang, Aditya Kandu Warendra, mengonfirmasi soal kabar meninggalnya Yuda Nabella Prameswari. Namun dia membantah bahwa Yuda meninggal akibat perundungan. “Informasi awal yang kami terima, PPDS yang bersangkutan sedang sakit,” ungkapnya kepada Republika, Selasa (1/9/2026).

Baca Juga

Dia mengatakan, Yuda sempat dirawat di ruang ICU RSUP dr Kariadi dan meninggal pada Jumat (28/8/2026). “Almarhumah masih semester I, masih pembelajaran di kelas, belum terjadwal untuk stase di RS Kariadi. Dugaan awal dikarenakan sakit, tidak ada bullying,” ujarnya.

Namun, Aditya masih belum bersedia mengungkap penyakit apa yang diderita Yuda. Dia hanya menyebut bahwa manajemen RSUP dr Kariadi akan merilis keterangan resmi soal kabar miring yang menyertai meninggalnya Yuda.

Sementara itu Direktur Jejaring Media, Komunitas, dan Komunikasi Publik Undip, Nurul Hasfi, turut membantah kabar yang menyebut Yuda meninggal akibat perundungan. Menurut Nurul, Yuda meninggal karena penyakit demam berdarah.

“Terkait informasi yang beredar di media sosial yang mengaitkan meninggalnya almarhumah dengan dugaan perundungan, Undip mencermati informasi tersebut secara serius. Sejauh ini, berdasarkan laporan resmi yang diterima universitas, almarhumah meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSUP dr Kariadi karena sakit demam berdarah,” kata Nurul dalam keterangannya kepada Republika.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi