Selasa 01 Sep 2026 16:36 WIB

Mahasiswa UBSI Kunjungi Russian House, Perluas Wawasan Budaya dan Peluang Studi ke Rusia

Mahasiswa mengenal Rusia dari perspektif kebudayaan dan pendidikan.

Sebanyak 82 mahasiswa semester 6 Program Studi (Prodi) Sastra Inggris Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif mengikuti kunjungan studi ke Russian House in Indonesia pada Rabu (19/8).
Foto: dok UBSI
Sebanyak 82 mahasiswa semester 6 Program Studi (Prodi) Sastra Inggris Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif mengikuti kunjungan studi ke Russian House in Indonesia pada Rabu (19/8).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Sebanyak 82 mahasiswa semester 6 Program Studi (Prodi) Sastra Inggris Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif mengikuti kunjungan studi ke Russian House in Indonesia pada Rabu (19/8). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan internasional mahasiswa melalui pengenalan bahasa, budaya, pendidikan, serta peluang akademik di Rusia.

Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa didampingi oleh Ketua Prodi Sastra Inggris, Dr. Agus Priadi, Ketua Lembaga Bahasa, Yanti Rosalinah, serta staf Prodi Sastra Inggris UBSI, Rangga.

Baca Juga

Rombongan mahasiswa diterima langsung oleh Direktur Pusat Kebudayaan Rusia, Nikita S. Shilikov. Turut hadir Polina dari bagian beasiswa, Andrian sebagai pemateri, Al Hufkens selaku pengajar bahasa Rusia, serta Siva sebagai pembawa acara.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa memperoleh pengenalan mengenai Rusia dari perspektif kebudayaan dan pendidikan. Materi yang disampaikan tidak hanya membahas bahasa Rusia, tetapi juga memperkenalkan karakter budaya, kehidupan masyarakat, serta berbagai peluang pendidikan yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa Indonesia.

Salah satu agenda yang menarik perhatian peserta adalah pemaparan mengenai kesempatan beasiswa dan studi di Rusia. Informasi tersebut menjadi relevan bagi mahasiswa semester 6 yang mulai mempersiapkan berbagai pilihan pengembangan akademik dan profesional setelah menyelesaikan pendidikan sarjana.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan cross-cultural understanding. Bagi mahasiswa bahasa dan sastra, penguasaan bahasa tidak dapat dipisahkan dari pemahaman terhadap masyarakat, nilai, sejarah, dan budaya yang melatarbelakanginya.

Melalui kunjungan langsung ke Russian House, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang berbeda dari pembelajaran di ruang kelas. Mereka tidak hanya mempelajari bahasa sebagai alat komunikasi, tetapi juga melihat bagaimana bahasa berkaitan erat dengan budaya dan hubungan internasional.

Kegiatan tersebut sekaligus memperluas perspektif mahasiswa mengenai pilihan pendidikan global. Rusia diperkenalkan tidak hanya sebagai objek kajian budaya, tetapi juga sebagai salah satu alternatif tujuan pendidikan yang menawarkan berbagai peluang akademik bagi mahasiswa Indonesia.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi