Selasa 01 Sep 2026 14:05 WIB

Dari Rekreasi hingga Edukasi, FLONA 2026 Dekatkan Warga Jakarta dengan Alam

Pengunjung tidak hanya disuguhi flora dan fauna dari berbagai wilayah.

Rep: Bayu Adji Prihammanda/ Red: Mas Alamil Huda
Pengunjung berjalan untuk memasuki Pameran Flora dan Fauna (Flona) 2026 di Taman Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (31/8/2026). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar festival lingkungan yang menghadirkan sekitar 200 stan UMKM flora dan fauna unggulan yang berlangsung hingga 28 September 2026 untuk mengenalkan kekayaan biodiversitas Indonesia sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Foto: Republika/Prayogi
Pengunjung berjalan untuk memasuki Pameran Flora dan Fauna (Flona) 2026 di Taman Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (31/8/2026). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar festival lingkungan yang menghadirkan sekitar 200 stan UMKM flora dan fauna unggulan yang berlangsung hingga 28 September 2026 untuk mengenalkan kekayaan biodiversitas Indonesia sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bagi Annisa, datang ke Pameran Pertamanan, Flora dan Fauna (FLONA) 2026 bukan sekadar mencari tempat berjalan-jalan bersama keluarga. Perempuan berusia 34 tahun itu ingin anaknya yang masih balita bisa melihat langsung beragam tumbuhan dan hewan yang selama ini lebih sering dikenalnya lewat gambar.

“Dekorasinya bagus untuk spot foto anak-anak, dan anak-anak juga bisa mengenal macam-macam hewan dan tumbuhan yang dipamerkan di sana,” kata warga Kemang, Jakarta Selatan, itu kepada Republika, Senin (31/8/2026).

Baca Juga

Suasana terbuka di Taman Lapangan Banteng, menurut Annisa, membuat pameran tersebut terasa ramah untuk keluarga. Ia berharap kegiatan serupa semakin banyak digelar di ruang terbuka hijau Jakarta, sehingga taman tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga ruang belajar.

Pengalaman Annisa menjadi salah satu gambaran yang ingin dibangun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui FLONA 2026. Pameran yang berlangsung mulai 28 Agustus hingga 28 September 2026 itu tidak hanya menampilkan tanaman, satwa, dan produk pendukung, tetapi juga diarahkan menjadi ruang edukasi mengenai keanekaragaman hayati.

Tema “Akar Nusantara Bertumbuh di Jakarta” diterjemahkan melalui konsep Ekoregion Nusantara. Area pameran dibagi ke dalam enam zona, yakni Sumatra, Jawa dan Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan Maluku, serta Papua.

Pengunjung tidak hanya disuguhi flora dan fauna dari berbagai wilayah, tetapi juga sejarah, budaya, dan kearifan lokal yang berkaitan dengan ekosistem masing-masing daerah.

Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah DKI Jakarta Afan Adriansyah Idris mengatakan konsep tersebut sengaja dihadirkan agar masyarakat tidak melihat FLONA semata sebagai bazar atau pameran tahunan.

“FLONA kami hadirkan bukan hanya sebagai pameran, tetapi sebagai ruang edukasi agar masyarakat semakin mengenal kekayaan flora dan fauna Nusantara serta memahami pentingnya menjaga ruang hijau dan keanekaragaman hayati di Jakarta,” kata Afan saat membuka pameran, Jumat (28/8/2026).

Tahun ini, FLONA menghadirkan 10 stan instansi dan sekitar 280 tenant. Pameran dapat dikunjungi gratis setiap hari pukul 10.00 hingga 21.00 WIB.

Namun, Pemprov DKI tidak hanya mengandalkan daya tarik stan. Sejumlah kegiatan seperti school visit, Edu Eco Tour, lokakarya, aktivitas komunitas, lomba kicau burung, hingga olahraga bersama digelar untuk membuat pengunjung terlibat lebih aktif.

Pendekatan tersebut menjadi penting karena isu ruang hijau dan biodiversitas sering kali terasa jauh dari keseharian warga. Melalui FLONA, pesan mengenai lingkungan dibawa dalam bentuk yang lebih dekat dengan keluarga dan generasi muda.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya datang untuk menikmati pameran, tetapi juga membawa pulang kesadaran bahwa menjaga lingkungan, ruang hijau, dan keanekaragaman hayati adalah bagian dari tanggung jawab bersama untuk masa depan Jakarta,” ujar Afan.

Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta M Fajar Sauri mengatakan ruang terbuka hijau dapat memiliki fungsi lebih luas daripada sekadar tempat bersantai.

Melalui kegiatan seperti FLONA, taman juga dapat menjadi tempat warga mengenal lingkungan, belajar mengenai flora dan fauna, serta berinteraksi dengan komunitas.

“Kami mengundang seluruh masyarakat Jakarta dan sekitarnya untuk datang ke FLONA 2026. Ajak keluarga, anak-anak, komunitas, dan sahabat untuk menikmati ruang hijau, mengenal flora dan fauna Nusantara, serta mendapatkan pengalaman yang menyenangkan sekaligus edukatif,” kata Fajar.

Konsep ekoregion membuat masing-masing wilayah administrasi Jakarta membawa cerita yang berbeda.

Jakarta Utara, misalnya, mendapat tema Kalimantan melalui stan “Napas Nusantara Paru-Paru Dunia”. Selain menampilkan unsur biodiversitas Kalimantan, konsep tersebut digunakan untuk membawa pesan mengenai penghijauan dan pentingnya menjaga kualitas lingkungan.

Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat berharap pengunjung tidak hanya menikmati tampilan stan, tetapi juga mendapatkan pengetahuan baru.

“Kami berharap stan Jakarta Utara dapat memberikan pengalaman edukatif bagi pengunjung,” kata Hendra.

Jakarta Selatan membawa nuansa Papua melalui tema “Papua–The Pristine Sahul Frontier”. Unsur rumah adat, flora, fauna, makanan, serta tradisi Papua dihadirkan untuk memperkenalkan kekayaan wilayah timur Indonesia.

Sementara itu, Jakarta Timur mengangkat Jawa dan Bali melalui konsep “Djagad Kawung”, sedangkan Kepulauan Seribu menampilkan karakter Nusa Tenggara dan Maluku.

Bagi Annisa, keragaman semacam itu justru menjadi daya tarik bagi keluarga. Anak-anak dapat memperoleh pengalaman yang berbeda dari sekadar berjalan-jalan di taman.

Ia berharap semakin banyak ruang terbuka di Jakarta yang diisi kegiatan serupa, sehingga warga memiliki lebih banyak pilihan rekreasi yang sekaligus memberi pengetahuan.

Berita Lainnya

Rekomendasi