REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan penggunaan tepung singkong untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih dalam tahap kajian dan uji coba. Tepung singkong belum siap diproduksi maupun diterapkan secara luas.
Kepala BRIN Arif Satria mengatakan BRIN telah melakukan kajian secara teoritik setelah mendapat informasi mengenai praktik penggunaan tepung singkong untuk membantu memadamkan api.
"Begitu saya mendapat berita itu kemudian kita lakukan kajian secara teoritik. Para ahli kimia molekuler yang ada di BRIN melakukan kajian dan langsung disampaikan bahwa memang itu secara teoritik betul," ujar Arif di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat.
Arif menegaskan hasil kajian teoritik tersebut bukan berarti tepung singkong sudah terbukti efektif untuk menangani karhutla dalam skala besar. BRIN bersama Polri masih melakukan uji coba untuk mengetahui efektivitas dan cara penerapannya di lapangan.
Lihat postingan ini di Instagram




