Jumat 28 Aug 2026 16:19 WIB

Presiden Bilang Tepung Singkong Percepat Pemadaman Karhutla, BRIN: Secara Teoritik Memungkinkan

BRIN masih menunggu perkembangan lebih lanjut soal penggunaan teknologi itu.

Petugas dari Dinas Kehutanan Kalteng berupaya memadamkan kebakaran di Kelurahan Menteng, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (27/8/2026). Dalam upaya Penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah sebanyak 10.700 personel gabungan dikerahkan yang terdiri dari petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Dinas Kehutanan, Manggala Agni, hingga relawan, serta dukungan satu pesawat untuk modifikasi cuaca dan patroli udara, serta enam helikopter untuk pemadaman karhutla melalui udara.
Foto: ANTARA FOTO/Auliya Rahman
Petugas dari Dinas Kehutanan Kalteng berupaya memadamkan kebakaran di Kelurahan Menteng, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (27/8/2026). Dalam upaya Penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah sebanyak 10.700 personel gabungan dikerahkan yang terdiri dari petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Dinas Kehutanan, Manggala Agni, hingga relawan, serta dukungan satu pesawat untuk modifikasi cuaca dan patroli udara, serta enam helikopter untuk pemadaman karhutla melalui udara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengaku tengah mengkaji pemanfaatan singkong sebagai salah satu alternatif dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Arif mengatakan kajian tersebut secara teoritik memungkinkan untuk diterapkan. BRIN juga telah berkoordinasi dengan Polri untuk menyiapkan pemanfaatan teknologi tersebut dalam penanganan karhutla.

Baca Juga

"BRIN sudah mengkaji. Artinya secara teoritik itu memang sangat memungkinkan, dan BRIN sudah berkoordinasi dengan Polri dalam rangka untuk menyiapkan itu," kata Arif di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat.

Menurut dia, saat ini BRIN masih menunggu perkembangan lebih lanjut terkait persiapan penerapan teknologi tersebut. Ia berharap hasil persiapan itu dapat segera diperoleh dalam waktu dekat.

"Persiapan seperti apa ini kami juga sedang terus kami tunggu update-nya, mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sudah ada hasilnya," ujarnya.

 

sumber : Antara
Berita Lainnya

Rekomendasi