REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Merdeka Run 2026 menjadi salah satu ajang persiapan bagi atlet lari maraton Indonesia, Odekta Elvina Naibaho, sebelum tampil pada Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang. Odekta menjadikan lomba lari sejauh 8 kilometer tersebut sebagai bagian dari latihan sekaligus tryout untuk mengukur kemampuan sebelum menghadapi persaingan di ajang multicabang Asia.
Odekta menegaskan, dirinya tidak menjadikan catatan waktu di Merdeka Run 2026 sebagai target utama. Atlet maraton Indonesia tersebut lebih memprioritaskan persiapannya menuju Asian Games 2026. Karena itu, lomba ini dimanfaatkan sebagai bagian dari latihan.
"Secara waktu, mungkin saya harus berlari serius. Karena target saya bukan di sini, melainkan Asian Games. Jadi, event ini saya jadikan sebagai latihan untuk persiapan ke depan. Untuk waktunya, kita lihat besok," kata dia.
Odekta menjelaskan, Merdeka Run 2026 menjadi salah satu bagian dari tryout untuk mengetahui sejauh mana perkembangan kemampuannya. Lomba dengan jarak 8 kilometer tersebut dapat menjadi tolok ukur untuk melihat kemampuan pada nomor jarak yang lebih pendek.
"Benar, ini bagian dari tryout untuk mengecek sejauh mana kemampuan saya. Misalnya, untuk nomor-nomor jarak pendek, kita bisa melihat kemampuan jangka pendeknya sudah sejauh apa," ujarnya.
"Delapan kilometer misalnya berapa waktunya, 10 kilometer sudah berapa, dan sejauh mana kemampuan saya. Jadi, ini hanya sebagian dari tryout untuk mengecek kemampuan sebelum Asian Games," kata Odekta menambahkan.
Ia juga memahami pentingnya mengatur intensitas ketika mengikuti sebuah perlombaan. Menurut Odekta, seorang atlet harus mengetahui kapan harus meningkatkan kemampuan secara maksimal dan kapan harus menjaga tenaga.
"Benar. Seorang atlet juga harus memahami mana yang harus di-push dan mana yang harus dijalani dengan all out. Event-event seperti ini sebenarnya merupakan bagian dari latihan kami," kata dia.
Odekta bahkan menyebut intensitas yang akan dijalaninya dalam Merdeka Run 2026 masih berada di bawah porsi latihan hariannya. Ia mengatakan latihan rutin yang dijalani bisa mencapai 20 hingga 25 kilometer dengan intensitas sekitar 80 sampai 90 persen.
"Bahkan, besok ini justru lebih ringan daripada latihan saya. Latihan saya bisa mencapai 20 sampai 25 kilometer per hari dengan kecepatan sekitar 80 sampai 90 persen. Sementara besok tidak sampai 70 persen. Jadi, secara keseluruhan, event ini memang menjadi bagian dari latihan saya," ujarnya.
Pada Asian Games 2026, Odekta akan fokus mengikuti nomor maraton. Ia tidak mengambil nomor lain karena ingin berkonsentrasi penuh pada nomor yang menjadi spesialisasinya.
"Di Asian Games nanti saya turun di nomor maraton, hanya satu nomor. Berbeda dengan SEA Games yang bisa turun di dua atau tiga nomor," kata Odekta.
Menurut dia, persaingan untuk meraih medali di Asian Games sangat berat. Karena itu, fokus pada satu nomor dinilai menjadi pilihan terbaik agar dirinya dapat memberikan penampilan maksimal bagi Indonesia.
"Di Asian Games, persaingan untuk mendapatkan medali sangat sulit. Jadi, saya fokus di satu nomor saja agar bisa memberikan yang terbaik," ujarnya.
Odekta memilih nomor maraton karena merupakan nomor spesialisnya. Ia ingin mengerahkan seluruh persiapan dan kemampuannya pada nomor tersebut.
"Karena maraton merupakan nomor spesialis saya, jadi saya ingin fokus di nomor spesialis saja," kata dia.
Mengenai persaingan di Asian Games 2026, Odekta mengaku telah memantau sejumlah atlet dari negara-negara yang berpotensi menjadi pesaing. Jepang dan China menjadi dua negara yang menjadi perhatian utamanya. Selain itu, terdapat sejumlah negara yang juga melakukan naturalisasi atlet.
"Sejauh ini yang sudah saya tracking adalah Jepang dan China. Kemudian ada beberapa negara yang sudah melakukan naturalisasi," ujarnya.
Jika melihat peta persaingan yang ada, Odekta memperkirakan dirinya berada di kisaran posisi delapan hingga 10 besar.
"Kalau melihat persaingannya, mungkin saya berada di kisaran peringkat delapan sampai 10 besar," kata Odekta.
Ia menyadari peluang untuk meraih medali di Asian Games 2026 tidak mudah. Menurut Odekta, terdapat banyak faktor yang dapat memengaruhi hasil akhir, termasuk pengalaman bertanding dan jam terbang.
"Medali sangat berat. Karena mungkin secara jam terbang kita sudah sangat jauh, dan ada banyak faktor yang memengaruhi," ujarnya.
Ketika ditanya mengenai target waktu di Asian Games 2026, Odekta belum bersedia menyebutkan angka secara spesifik. Ia memilih untuk tidak menetapkan angka sebelum pertandingan berlangsung.
"Saya nggak bisa menjawab sekarang. Takut pamali buat saya. Pokoknya saya akan memberikan yang terbaik," kata dia.
Odekta saat ini memegang catatan terbaik maraton 2 jam 31 menit 34 detik. Catatan tersebut ditorehkannya ketika memecahkan rekor dirinya di Gold Coast.
"Catatan terbaik saya saat maraton adalah ketika memecahkan rekor di Gold Coast, dengan waktu 2 jam 31 menit 34 detik. Itu merupakan catatan waktu terbaik saya. Apa pun yang terjadi di Asian Games, saya pasti akan memberikan yang terbaik untuk Indonesia," ujar Odekta.
Ia berharap dapat memperbaiki catatan waktu terbaik tersebut ketika tampil di Asian Games 2026. Odekta pun meminta dukungan dan doa dari masyarakat Indonesia agar dapat menjalani persiapan dan pertandingan dengan maksimal.
"Didoakan ya, mohon doa restunya. Targetnya tentu memperbaiki catatan terbaik," kata dia.
Odekta juga menyoroti tingginya antusiasme masyarakat terhadap Merdeka Run 2026. Dengan jumlah peserta yang mencapai lebih dari 10 ribu orang, ia menilai perkembangan olahraga lari di Indonesia menunjukkan kemajuan yang sangat pesat.
"Ya, saya sendiri melihat event ini dengan jumlah peserta yang di atas 10.000 orang, antusiasmenya luar biasa," kata Odekta.
Ia bahkan ikut mengantre untuk mengambil race pack sebelum mengikuti kegiatan tersebut. Menurut Odekta, proses pengambilan race pack berlangsung tertib.
"Saya juga ikut mengantre tadi untuk mengambil race pack. Semuanya tertib. Saya bangga melihat olahraga di Indonesia, khususnya industri lari, bisa berkembang dan maju dengan sangat pesat. Saya senang melihatnya," ujarnya.




