Kamis 27 Aug 2026 15:00 WIB

Polisi Tangkap 65 Orang Diduga Bakal 'Tunggangi' Aksi Hari Ini, Pelaku Terafiliasi Jaringan Anarko

Sebagian pelaku diketahui masih berusia pelajar.

Rep: Bayu Adji Prihammanda/ Red: Teguh Firmansyah
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto memberikan keterangan pers terkait perkembangan penanganan terkini ledakan di SMAN 72 Jakarta di Polda Metro Jaya, Jumat (7/11/2025). Polda Metro Jaya memastikan bahwa penanganan terhadap korban ledakan di SMAN 72 Jakarta berjalan optimal. Berdasarkan data terbaru malam ini, sebanyak 21 korban telah pulang ke rumah masing-masing, sementara 33 korban lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Foto: Republika/Prayogi
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto memberikan keterangan pers terkait perkembangan penanganan terkini ledakan di SMAN 72 Jakarta di Polda Metro Jaya, Jumat (7/11/2025). Polda Metro Jaya memastikan bahwa penanganan terhadap korban ledakan di SMAN 72 Jakarta berjalan optimal. Berdasarkan data terbaru malam ini, sebanyak 21 korban telah pulang ke rumah masing-masing, sementara 33 korban lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aparat kepolisian dilaporkan telah menangkap 65 orang yang diduga bakal menunggangi aksi di Gedung DPR pada Kamis (27/8/2026). Dari 65 orang itu, sebagian disebut masih berusia pelajar.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan dua dari 65 orang itu telah ditangkap lebih dahulu oleh Direktorat Siber Polda Metro Jaya. Sementara itu, sebanyak 63 orang ditangkap oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. 

Baca Juga

"Yang dua oleh Direktorat Siber sudah dilakukan penahanan yaitu dengan inisial R dan Z," kata Budi saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Kamis.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, mengatakan 63 orang yang itu ditangkap ketika berkumpul di wilayah Jakarta Timur. Namun, puluhan orang itu berasal dari berbagai wilayah, seperti Bogor, Bekasi, Depok, Tangerang, dan Bandung.

"Nah, yang hari ini 63 sedang dalam proses pendalaman, nanti sesuai dengan peran dan tugasnya di antara mereka, itulah yang akan dimintai pertanggungjawaban secara pidana," kata dia.

Menurut dia, 63 orang itu berasal dari kelompok yang berbeda. Namun, kelompok-kelompok itu disebut terafiliasi dengan jaringan anarko.

Berita Lainnya

Rekomendasi