Rabu 26 Aug 2026 17:58 WIB

Sjafrie Meyakini Kemitraan Indonesia-Australia Ciptakan Perdamaian Kawasan

Menurut Menlu Sugiono, hubungan RI dan Australia ditakdirkan untuk menjadi tetangga.

Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Menlu RI Sugiono bertemu Wakil Perdana Menteri sekaligus Menhan Australia Richard Marles dan Menlu Australia Penny Wong.
Foto: Biro Infohan
Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Menlu RI Sugiono bertemu Wakil Perdana Menteri sekaligus Menhan Australia Richard Marles dan Menlu Australia Penny Wong.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin merasa terhormat bisa berada di Melbourne, Australia, Kamis (26/8/2026), khususnya untuk menghadiri pertemuan 2+2. Menurut dia, kini, telah terjadi perkembangan hubungan antara Indonesia dan Australia, khususnya Perjanjian Jakarta pada Februari 2026.

"Di bidang pertahanan, Indonesia berharap dapat memajukan implementasi Perjanjian tersebut, serta kemajuan perjanjian kerja sama pertahanan kita. Pagi ini, saya mengadakan pertemuan dengan Menhan Australia mengenai hubungan pertahanan kita, bukan hanya untuk hubungan pertahanan, tetapi juga untuk hubungan antarnegara antara Indonesia dan Australia," kata Sjafrie dalam siaran pers Kemenlu Australia.

Baca Juga

Sjafrie meyakini, hubungan pertahanan kedua negara ke depannya, bakal semakin erat dan meningkat. "Atas dasar itu, saya yakin bahwa kemitraan kita akan terus berkontribusi tidak hanya untuk keamanan kedua negara kita, tetapi juga untuk perdamaian dan stabilitas di kawasan yang kita dukung bersama," ujarnya.

Sementara Menlu Sugino menyampaikan, hubungan antara kedua negara sangat penting dan strategis. Dia pun ingin mengutip pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto tentang hubungan RI dan Australia, yang ditakdirkan untuk menjadi tetangga.

"Kita ditakdirkan untuk bersama, dan tentu saja itu membutuhkan kerja sama yang lebih besar dan hubungan yang lebih kuat antara Indonesia dan Australia. Dan saya pikir mekanisme pertemuan ini, dengan hubungan yang telah terjalin, dan seperti yang Anda sebutkan, kita berbicara dan mendiskusikan hal-hal yang akan berlaku tidak hanya untuk hubungan bilateral kita tetapi juga untuk generasi mendatang," kata Sugiono.

Berita Lainnya

Rekomendasi