REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi (551) resmi meninggalkan Pelabuhan Taranto, Italia pada Senin (24/8/2026). Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menyebut, kapal induk produksi Fincantieri tersebut dijadwalkan tiba di Indonesia pada pertengahan September 2026.
Ali pun meminta dukungan doa dari masyarakat Indonesia untuk kelancaran perjalanan Garibaldi, yang nantinya diberi nama Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Gajah Mada setiba di Indonesia. "Kami mohon doanya, malam ini mungkin jam 22.00, KRI Gajah Mada akan meninggalkan Italia menuju Indonesia," kata Ali di Kraton Majapahit, Jakarta Timur, Senin (24/8/2026) malam WIB.
Menurut Ali, kapal induk pertama Indonesia itu masih bernama ITS Giuseppe Garibaldi dan tetap menggunakan bendera Italia saat berlayar. Ketika sampai perairan Indonesia, sambung dia, kapal sepanjang 180 meter itu baru berganti bendera dan nama.
"Namanya masih ITS Garibaldi, masih berbendera Italia. Tapi, sesampainya di Indonesia akan berganti bendera Merah Putih dan menjadi KRI Gajah Mada. Mohon doanya, semoga selamat dalam perjalanan, sukses," jelas Ali.
Dia mengungkapkan, Garibaldi bakal melintasi Terusan Suez di Mesir, dan melanjutkan rute melalui Laut Merah. Dalam perjalanan kali ini, kata Ali, Garibaldi mendapat pengawalan kapal perang Angkatan Laut Italia.
"Karena ini akan melewati Terusan Suez, melewati Laut Merah juga, tapi dikawal juga oleh fregat-fregat Italia. Dan mudah-mudahan tanggal 15 atau tanggal 20 September ini sudah tiba di Indonesia," ujar Ali.




