Ahad 23 Aug 2026 18:19 WIB

3.721 Korban Gempa Flores NTT Terserang ISPA, BNPB: Kebutuhan Nakes Masih Kurang

Terdapat ribuan kasus ISPA yang menyerang warga di Flores.

Rep: Bayu Adji Prihammanda/ Red: Mas Alamil Huda
Tiga anak bermain di posko pengungsian Lapangan Barangkolong, Reo, Kabupaten Manggarai, NTT, Kamis (20/8/2026). Hingga Kamis (20/8) sore, BNPB mencatat warga yang mengungsi akibat bencana gempa bumi NTT terus bertambah mencapai 92.735 orang yang tersebar di berbagai wilayah NTT.
Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Tiga anak bermain di posko pengungsian Lapangan Barangkolong, Reo, Kabupaten Manggarai, NTT, Kamis (20/8/2026). Hingga Kamis (20/8) sore, BNPB mencatat warga yang mengungsi akibat bencana gempa bumi NTT terus bertambah mencapai 92.735 orang yang tersebar di berbagai wilayah NTT.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat warga yang terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulau teserang berbagai penyakit. Dari data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), terdapat ribuan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang menyerang warga di Flores.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan ISPA merupakan penyakit tertinggi yang menyerang warga terdampak gempa di Flores. Dari data Kemenkes, terdapat 3.721 kasus ISPA yang dilaporkan menyerang warga di wilayah terdampak.

Baca Juga

"Kami mendapat laporan dari Kementerian Kesehatan bahwa kejadian penyakit tertinggi yang dilaporkan adalah ISPA sebanyak 3.721 kasus," kata dia saat konferensi pers secara daring, Ahad (23/8/2026).

Selain itu, para pengungsi juga dilaporkan mengalami gigitan hewan penular rabies di lokasi terdampak gempa bumi Flores. Hingga saat ini, setidaknya terdapat 15 kasus gigitan hewan penular rabies kepada warga terdampak.

"Terdapat kasus gigitan hewan penular rabies sebanyak 15 kasus yang berasal dari Kabupaten Nagekeo dan Manggarai Timur," kata Berton.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi