Sabtu 15 Aug 2026 19:41 WIB

Ricuh di Aceh, Tokoh: Bendera GAM Cukup Dihormati Sebagai Sejarah, Bukan untuk Kepentingan Tertentu

Pengibaran bendera GAM dinilai tak baik buat suasana perdamaian Aceh.

Massa yang menghadiri zikir dan doa bersama peringatan hari perdamaian Aceh terlibat kericuhan di Banda Aceh, Aceh, Sabtu (15/8/2026). TNI dan Polri mengerahkan puluhan personel untuk membubarkan massa yang anarkis usai menghadiri peringatan 21 tahun perjanjian perdamaian Aceh di depan Masjid raya Baiturrahman.
Foto: EPA/HOTLI SIMANJUNTAK
Massa yang menghadiri zikir dan doa bersama peringatan hari perdamaian Aceh terlibat kericuhan di Banda Aceh, Aceh, Sabtu (15/8/2026). TNI dan Polri mengerahkan puluhan personel untuk membubarkan massa yang anarkis usai menghadiri peringatan 21 tahun perjanjian perdamaian Aceh di depan Masjid raya Baiturrahman.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Tokoh sekaligus negosiator perdamaian Aceh asal Finlandia, Juha Christensen mengingatkan kepada masyarakat Aceh bahwa bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) harus dihormati sebagai sejarah, bukan untuk kepentingan tertentu.

"Pendapat kita dan diskusi di perundingan Helsinki tahun 2005. Kita harus hormati bendera GAM sebagai sejarah, itu paling penting. Menggunakan bendera GAM untuk kepentingan lain menurut saya tidak bagus," kata Juha Christensen, di Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026).

Baca Juga

Pernyataan itu disampaikan Juha Christensen kepada awak media usai mengikuti peringatan Hari Damai Aceh Ke-21 dengan tajuk 'Pelaksanaan Penyelesaian Konflik Secara Damai, Menyeluruh, Berkelanjutan, dan Bermartabat Dalam Kerangka NKRI' yang diselenggarakan Badan Reintegrasi Aceh (BRA), di Balai Meuseuraya Aceh, Kota Banda Aceh

Penegasan tersebut juga disampaikan Juha Christensen sebagai respon terkait aksi pengibaran bendera GAM atau bendera bulan bintang di halaman Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh hari ini oleh massa, hingga menimbulkan kericuhan.

Dia menegaskan aksi pengibaran bendera GAM tersebut tidak baik terhadap suasana perdamaian Aceh. Semua pihak harus mengingat bahwa amanah MoU Helsinki atau damai Aceh itu adalah bermartabat.

"Itu tidak bagus untuk suasana (kibarkan bendera GAM). Kita harus juga ingat itu di butir MoU adalah dignity for all (bermartabat untuk semua)," ujarnya.

 

sumber : Antara
Berita Lainnya

Rekomendasi