Sabtu 15 Aug 2026 14:43 WIB

Data Sementara, 14 Orang Dilaporkan Meninggal Akibat Gempa NTT, Ini Rinciannya

Tercatat sekitar 2.000 warga mengungsi atau melakukan evakuasi mandiri.

Pegawai dan wisatawan asing melihat gedung Hotel Jayakarta yang rusak akibat gempa di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyatakan gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo dengan kedalaman 10 km di 46 kilometer timur laut Labuan Bajo itu terjadi pada pukul  06.13 WITA setelah sebelumnya gempa berkekuatan M 7,7 juga terjadi di timur laut Mbay Nagekeo, NTT.
Foto: ANTARA FOTO/Gecio Viana
Pegawai dan wisatawan asing melihat gedung Hotel Jayakarta yang rusak akibat gempa di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyatakan gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo dengan kedalaman 10 km di 46 kilometer timur laut Labuan Bajo itu terjadi pada pukul 06.13 WITA setelah sebelumnya gempa berkekuatan M 7,7 juga terjadi di timur laut Mbay Nagekeo, NTT.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut bahwa hingga Sabtu pukul 12.30 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia, dua orang luka berat, dan 11 orang luka ringan akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur. 

"Berdasarkan pemutakhiran data hingga pukul 12.30 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia, dua orang luka berat dan 11 orang luka ringan. Data tersebut masih dalam proses pendataan, verifikasi dan validasi di lapangan," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan di Jakarta, Sabtu.

Baca Juga

Korban meninggal dunia sementara tercatat di Kabupaten Sikka sebanyak tiga orang, di Kabupaten Manggarai enam orang, dan di Kabupaten Manggarai Timur lima orang.

Sementara korban luka dilaporkan di Kabupaten Sikka, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Manggarai Timur.

Selain korban jiwa, sekitar lima kepala keluarga terdampak dan sekitar 2.000 warga melakukan pengungsian atau evakuasi mandiri.

 

sumber : Antara
Berita Lainnya

Rekomendasi