REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo melalukan audiensi dengan Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdalfatah AK Alsattari di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (6/8/2026). Pertemuan itu dilakukan dilakukan untuk memperkuat persahabatan dan solidaritas antara Jakarta dan rakyat Palestina.
Dia menyatakan, Jakarta telah memiliki hubungan panjang dengan Palestina. Bahkan, sejak 21 Oktober 2007, Jakarta telah menjalin hubungan sister city dengan Al-Quds Al-Sharif. Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan terus mendukung hak rakyat Palestina untuk hidup dalam perdamaian, keamanan, dan juga mendapatkan martabat yang sepenuhnya.
"Pemerintah Jakarta mendukung sepenuhnya, tentunya Pemerintah Indonesia dan Jakarta termasuk di dalamnya, mendukung sepenuhnya perjuangan masyarakat Palestina yang sekarang ini mereka sedang menghadapi berbagai persoalan yang luar biasa," kata Pramono di Balai Kota DKI, Kamis.
Pramono mengaku, prihatin lantaran hingga hari ini rakyat Palestina masih terus menghadapi krisis kemanusiaan. Menurut dia, nasih banyak warga di Gaza yang harus tinggal di pengungsian. Bahkan, masih ada warga sipil yang harus kehilangan nyawa. Hal itu tidak lain karena penjajahan masih terus dilakukan oleh Zionis Israel.
"Dalam kesempatan ini saya juga ingin menyampaikan bahwa Pemerintah Jakarta melalui Baznas (Bazis DKI) selalu memberikan dukungan kemanusiaan bagi warga yang ada di Gaza," ujar Pramono.
Sementara Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdulfattah AK Al-Sattiri menyampaikan apresiasi atas dukungan Indonesia, termasuk Jakarta, terhadap perjuangan rakyat Palestina. Ia juga mengucapkan selamat menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.




