Kamis 06 Aug 2026 07:59 WIB

BGN Bakal Bangun Dapur Baru untuk Laksanakan Program MBG di Daerah Stunting

BGN fokus melaksanakan program MBG di daerah dengan kasus stunting tinggi.

Rep: Bayu Adji Prihammanda/ Red: Mas Alamil Huda
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono saat tiba untuk mengikuti pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Foto: Republika/Prayogi
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono saat tiba untuk mengikuti pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Gizi Nasional (BGN) bakal mulai memprioritaskan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah dengan prevalensi stunting yang tinggi. Bahkan, BGN akan membangun dapur baru apabila belum terdapat satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di daerah tersebut.

Kepala BGN Sudaryono mengaku telah mendapatkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait daerah dengan prevalensi stunting yang tinggi. Data itu nantinya akan dijadikan dasar bagi BGN dalam melaksanakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Baca Juga

"Berdasarkan dari peta yang kemudian diberikan oleh Pak Menkes tadi ya, ada kabupaten/kota yang stunting-nya tinggi dan tinggi sekali misalnya," kata dia di Kemenkes, Rabu (5/8/2026).

Menurut dia, data dari Kemenkes itu nantinya akan disinkronisasi dengan sebaran dapur MBG yang ada saat ini. Ketika di wilayah itu sudah ada dapur, pihaknya akan segera melayani anak-anak yang mengalami stunting.

"Kalau belum ada dapur, kita kalau perlu kita khusus untuk membuat dapur di tempat-tempat itu," ujar Sudaryono.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi