Kamis 06 Aug 2026 07:51 WIB

Efek El Nino Diprediksi Hingga 2027, Sebanyak 49 Juta Orang Berisiko Hadapi Rawan Pangan

El Nino diperkirakan akan mencapai puncaknya antara bulan September-Desember 2026.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Mas Alamil Huda
Pekerja memanggul tumpukan padi hasil panen di Desa Pematang Johar, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa (14/4/2026). Perum Bulog menargetkan akan menyerap sebanyak empat juta ton beras dengan strategi percepatan penyerapan gabah dari petani meski menghadapi potensi kekeringan dampak fenomena Godzilla El Nino pada Juli 2026.
Foto: ANTARA FOTO/Yudi Manar
Pekerja memanggul tumpukan padi hasil panen di Desa Pematang Johar, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa (14/4/2026). Perum Bulog menargetkan akan menyerap sebanyak empat juta ton beras dengan strategi percepatan penyerapan gabah dari petani meski menghadapi potensi kekeringan dampak fenomena Godzilla El Nino pada Juli 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, ROMA — Program Pangan Dunia (WFP) memperingatkan bahwa pola cuaca El Nino yang menguat dapat mendorong setidaknya 49 juta orang ke kerawanan pangan akut pada akhir 2027. Warga terdampak menyebar di benua Afrika, Amerika, hingga Asia.

Menurut WFP, El Nino diperkirakan akan mencapai puncaknya antara bulan September-Desember 2026. Namun dampaknya kemungkinan bakal berlanjut sepanjang 2027 dan berimbas pada terganggunya panen pertanian.

Baca Juga

Berdasarkan analisis terbarunya, WFP mengungkapkan, El Nino diprediksi akan memperburuk kerawanan pangan secara signifikan di 45 negara yang sudah berjuang melawan kelaparan. Hal itu dapat meningkatkan jumlah orang dengan rawan pangan dari sekitar 225 juta menjadi 274 juta.

"El Nino adalah ancaman besar bagi keamanan pangan jutaan orang yang sudah rentan," kata Penjabat Direktur Eksekutif WFP, Carl Skau, dalam pernyataannya, Rabu (5/8/2026), dikutip laman Anadolu Agency.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi