Senin 03 Aug 2026 21:07 WIB

Republika Academy Sukses Menggelar Pelatihan Kehumasan di Kementerian HAM

Pelatihan ini diikuti oleh 20 peserta dari berbagai devisi di Kemen HAM.

Wakil Pemimpin Redaksi Republika Stevy Maradona memaparkan materi saat sesi Workshop Jurnalistik di Kementerian HAM, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Republika bersama Kementerian HAM menggelar Workshop Jurnalistik untuk melatih kemampuan menulis  bagi staf kehumasan. Pelatihan tersebut meliputi pemaparan materi mengenai cara kerja jurnalis dalam memproduksi berita, cara penyampaian opini yang baik dan benar hingga menganalisa narasi yang berkembang di masyrakata melakui media sosial. Workshop tersebut digelar salama dua hari hingga besok, Kamis (23/7) dengan materi peran visual dalam citra di media sosial.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Wakil Pemimpin Redaksi Republika Stevy Maradona memaparkan materi saat sesi Workshop Jurnalistik di Kementerian HAM, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Republika bersama Kementerian HAM menggelar Workshop Jurnalistik untuk melatih kemampuan menulis bagi staf kehumasan. Pelatihan tersebut meliputi pemaparan materi mengenai cara kerja jurnalis dalam memproduksi berita, cara penyampaian opini yang baik dan benar hingga menganalisa narasi yang berkembang di masyrakata melakui media sosial. Workshop tersebut digelar salama dua hari hingga besok, Kamis (23/7) dengan materi peran visual dalam citra di media sosial.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Republika Academy bekerja sama dengan Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) sukses menggelar pelatihan kehumasan pada Rabu-Kamis (22-23/7/2026) di Gedung Kementerian HAM, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan. Pelatihan ini diikuti oleh 20 peserta dari berbagai devisi di Kemen HAM.

Kepala Bagian Kerja Sama Kementerian HAM, Muhammad Dimas

Saudian mengatakan, pelatihan ini sebagai langkah penguatan bagi para karyawan yang bertugas sebagai humas Kementerian HAM. Ia berharap para peserta mendapatkan berbagai poin penting dalam pelatihan tersebut.

"Peserta ini adalah orang-orang terbaik di departemennya masing-masing. Semoga mereka bisa mendapatkan ilmu baru selama dua hari pelatihan ini," kata Dimas, membuka pelatihan tersebut.

Pelatihan kehumasan ini terdiri dari empat sesi yang mendukung kehumasan di Kementerian HAM. Di hari pertama, materi terdiri dari dua sesi; pertama Pelatihan Penulisan Rilis Kementerian yang diisi oleh Wakil Pemimpin Redaksi Republika, Stevy Maradona. Kedua, Pelatihan Penulisan Opini oleh Asisten Redaktur Pelaksana Republika.co.id, Fitriyan Zamzami.

Untuk hari kedua, sesi pertama adalah Pelatihan Pembuatan Konten Media Sosial yang diisi oleh Kepala Digital Republika, Novalita Sari. Sementara sesi kedua Pelatihan Pembuatan Video Visual yang diisi oleh Produser Konten Republika, Ronggo Astungkoro.

Selama pelatihan, peserta terlihat antusias dalam mengikuti setiap materi yang disampaikan pembicara. Hal itu terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan peserta pada saat diskusi maupun di sela pemberian materi.

Stevy Maradona mengatakan, kunci untuk menjalani tugas kehumasan dengan baik adalah memahami berbagai isu terkait instusinya. Paling utama adalah menemukan nilai yang paling kuat sehingga bisa menarik perhatian publik luas.

"Di Kemen HAM, Menteri Natalius Pigai adalah figur yang paling menonjol yang tidak dimiliki oleh kementerian lainnya. Ketika Pak Pigai berbicara, orang pasti memperhatikannya. Jadi itu adalah salah satu poin kuat untuk Kementerian HAM," kata Stevy.

Selain itu, Stevy juga memaparkan bagaimana langkah-langkah penulisan rilis pemberitaan yang layak dimuat oleh media massa dan contoh kasusnya dari peristiwa terkini. Mulai dari penulisan judul, lead berita, batang tubuh, dan penutupnya di paragraf terakhir.

Sementara, Fitriyan Zamzami menjelaskan bagaimana para penulis opini memantik perhatian terhadap isu-isu publik. Ia menekankan bahwa unsur utama opini adalah penilaian subjektif penulis terhadap masalah dan isu tertentu.

"Judul harus menarik. Boleh 'clickbait', tapi yang tidak menyesatkan. Tetap harus sesuai dengan isi tulisan Anda," kata dia. 

Ia mengingatkan bahwa judul yang terlalu sensasional dan tidak sesuai dengan isi tulisan akan menggerus kredibilitas penulisnya. Namun, judul yang biasa saja juga bisa membuat editor portal yang dituju pun tidak tertarik untuk menerbitkannya. 

 

 

 

Berita Lainnya

Rekomendasi