Senin 03 Aug 2026 15:10 WIB

Nyatakan Perang, Separatis Papua: Lima Pekerja Bangunan yang Dieksekusi Agen Intelijen RI Menyamar

Eksekusi dilakukan di Distrik Kanggime saat lakukan pembersihan warga pendatang.

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Teguh Firmansyah
Personel Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang beroperasi di Papua.
Foto: Istimewa
Personel Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang beroperasi di Papua.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA — Kelompok separatis bersenjata di Papua menyatakan perang dengan pemerintah Indonesia. Kelompok yang mengatasnamakan diri sebagai Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (TPNPB - OPM) itu menegaskan wilayah Tolikara, di Papua Pegunungan sebagai zona perang terhadap seluruh pasukan dan militer Indonesia.

Pernyataan tersebut TPNPB - OPM sampaikan menyusul pembunuhan yang dilakukan kelompok tersebut terhadap lima pekerja bangunan di wilayah tersebut, Senin (3/8/2026).

Baca Juga

Juru Bicara TPNPB - OPM Sebby Sambom kepada Republika mengatakan, lima pekerja bangunan yang ditembak mati di tempat itu adalah anggota militer Indonesia yang menyamar.

“Kami bertanggung jawab atas penembakan terhadap lima orang agen intelijen militer Indonesia yang menyamar sebagai tukang bangunan itu,” kata Sebby, Senin (3/8/2026).

Eksekusi terhadap lima orang tersebut dilakukan di Distrik Kanggime ketika kelompok bersenjata melakukan operasi pembersihan terhadap warga pendatang. “Kami melakukan operasi pembersihan terhadap agen-agen intelijen militer pemerintah Indonesia sejak kemarin,” kata Sebby.

 

 

Berita Lainnya

Rekomendasi