Senin 03 Aug 2026 06:37 WIB

Hamas Tuding Israel Ingin Sabotase Kesepakatan Gencatan Senjata Gaza

Hamas sebut Israel telah melakukan kejahatan perang.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah
Warga Palestina menyaksikan serangan udara Israel di Jalur Gaza, 28 Juli 2026. Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan setidaknya empat orang syahid dalam serangan Israel di berbagai wilayah tersebut pada 28 Juli 2026.
Foto: EPA/MOHAMMED SABER
Warga Palestina menyaksikan serangan udara Israel di Jalur Gaza, 28 Juli 2026. Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan setidaknya empat orang syahid dalam serangan Israel di berbagai wilayah tersebut pada 28 Juli 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Kelompok Hamas menuduh Israel berusaha menggagalkan kesepakatan yang dicapai mediator dan Pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk melanjutkan fase kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza. Hal itu dilakukan Israel dengan mengintensifkan serangannya ke Gaza.

Dalam sebuah pernyataan yang dirils pada Ahad (2/8/2026), Hamas menyoroti serangan udara terbaru yang dilancarkan Israel ke Gaza sejak Ahad pagi. Serangan itu membunuh lebih dari 18 warga Palestina di sana.

Baca Juga

“(Serangan ini) eskalasi yang disengaja oleh pemerintah penjahat perang (Perdana Menteri Israel Benjamin) Netanyahu, yang bertujuan untuk menghalangi pemahaman yang dicapai dengan mediator, termasuk pemerintahan AS, untuk menyelesaikan implementasi perjanjian gencatan senjata,” kata Hamas, dikutip laman Middle East Monitor.

Menurut Hamas, serangan itu adalah kejahatan perang dan kemanusiaan yang sudah berulang kali dilakukan Israel terhadap warga Palestina di Gaza. Hamas mendesak komunitas internasional untuk mengambil tindakan hukum serta menuntut pertanggungjawaban para pemimpin Israel.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi