REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aspirasi masyarakat Papua terkait percepatan pembangunan ekonomi mengemuka dalam seminar bertajuk Membangun Ekonomi dan Budaya Papua Melalui Penguatan Peran Kla/Marga Sebagai Aktor Pembangunan yang digelar di Auditorium Bahtiar Effendy Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Seminar ini menjadi ruang dialog yang mempertemukan pemerintah, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat Papua untuk merumuskan langkah strategis guna mendorong pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Salah satu isu yang banyak disampaikan peserta ialah pentingnya mempercepat pembangunan ekosistem hilirisasi komoditas pertanian dan perikanan agar potensi ekonomi Papua mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat setempat. Selain itu, peserta juga mengusulkan revitalisasi infrastruktur pasar, peningkatan akses informasi perdagangan, penguatan konektivitas logistik, hingga penyediaan pelabuhan khusus untuk memperlancar distribusi produk-produk lokal.
Masyarakat berharap pemerintah terus menghadirkan kebijakan yang responsif dan proporsional. Dengan begitu, biaya distribusi dapat ditekan, akses pasar semakin luas, serta produk unggulan Papua mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Seminar diikuti secara langsung oleh Ikatan Mahasiswa Papua (IMAPA) Jakarta dan sivitas akademika UIN Jakarta. Kegiatan juga berlangsung secara hibrida dengan menghadirkan Anggota DPR Papua Tengah Jhon Gobai serta lebih dari 150 peserta dari berbagai kelompok masyarakat produktif di Papua.
Peserta berasal dari berbagai unsur, di antaranya Pokja Papua Produktif BPP Papua, Kelompok Nelayan Konepa, Kelompok Rumput Laut Ramaidori, serta jejaring BP3OKP di empat kabupaten.
Dalam diskusi, para narasumber menekankan pentingnya sinergi berbagai pihak untuk mempercepat pembangunan Papua. Implementasi Otonomi Khusus, penguatan tata kelola pemerintahan, pemberdayaan ekonomi masyarakat adat, pengembangan sumber daya manusia, dan pendekatan berbasis budaya disebut sebagai fondasi penting untuk mewujudkan pembangunan yang berkeadilan.
Seminar juga menyoroti pentingnya memperkuat peran kla atau marga sebagai bagian dari masyarakat adat yang dinilai memiliki posisi strategis dalam menggerakkan pembangunan di tingkat lokal. Pelibatan masyarakat adat diharapkan dapat membuat berbagai program pembangunan lebih sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat.
Berbagai masukan yang dihimpun dalam forum tersebut diharapkan menjadi bahan penyempurnaan kebijakan pembangunan Papua sehingga program pemerintah dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan Orang Asli Papua.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk terus membuka ruang dialog dan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, serta masyarakat dalam mendukung pembangunan Papua yang damai, maju, dan berkelanjutan melalui penguatan ekonomi masyarakat adat.




