Rabu 29 Jul 2026 15:01 WIB

Kali Pertama Iran Serang Pangkalan AS Lebih Dulu, Bersamaan dengan Trump Bertemu Netanyahu

Al Jazeera melaporkan serangan Iran ke Yordania kali ini bukan serangan balasan.

Billboard menampilkan wajah Presiden AS Donald Trump terpampang di salah satu jalan di Teheran, Iran, Senin (27/7/2026).
Foto: EPA/Abedin Taherkenareh
Billboard menampilkan wajah Presiden AS Donald Trump terpampang di salah satu jalan di Teheran, Iran, Senin (27/7/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran melancarkan serangan kejutan ke pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Yordania pada Rabu (29/7/2026) bersamaan dengan pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih. Menurut laporan Al Jazeera, serangan ini sebagai serangan preempetif bukan serangan balasan Iran.

Jika laporan Al Jazeera benar, maka ini jadi yang pertama dilakukan Iran karena biasanya Teheran hanya selalu melancarkan serangan balasan setelah AS menggelar operasi militer. Pada 24 Juli lalu, Donald Trump menyetop serangan AS terhadap Iran yang telah berlangsung selama dua pekan nontstop.

Baca Juga

Lewat keterangan resmi Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dikutip IRIB, angkatan udara mereka menargetkan pangkalan udara AS dan Pusat Komando AS (CENTCOM) di Yordania pada Rabu dini hari "dengan beberapa rudal balistik".

"Selama ancaman terhadap Republik Islam Iran berlanjut dan aksi ilegal dan jahat oleh pasukan Amerika terhadap kepentingan kami berlanjut, perlawanan pun akan terus berlanjut," demikian keterangan resmi IRGC.

Lewat pernyataannya via X, CENTCOM mengonfirmasi bahwa IRGC mengirim beberapa rudal balistik dalam sebuah "upaya serangan kejutan terhadap pangkalan AS di Timur Tengah".

CENTCOM mengeklaim bahwa semua rudal berhasil diintersep, dan "Pasukan AS tetap waspada dan dalam kesiapan tingkat tinggi". Menurut Kantor Berita Jordan, lima intersepsi rudal terjadi di langit Yordania.

 

 

sumber : Antara, Anadolu
Berita Lainnya

Rekomendasi