Selasa 28 Jul 2026 19:11 WIB

Pigai Larang Gubernur KDM Gelar Sayembara Tangkap Begal, Harap Cuma Guyonan

Sayembara itu dinilai Pigai terkesan mengajak untuk menangkap begal, lalu dibayar.

Rep: M. Fauzi Ridwan/ Red: Teguh Firmansyah
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai memberikan keterangan pers di Kantor Kementerian HAM, Jakarta, Senin (29/6/2026). Menteri Hak Asasi Manusia meminta pengusutan tuntas kasus penyekapan dan penganiayaan perempuan di Bandung tanpa restorative justice serta mengevaluasi pola pendidikan semimiliter pada peserta sarjana penggerak pembangunan Indonesia (SPPI) program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) setelah lima pesertanya dilaporkan meninggal dunia.
Foto: ANTARA FOTO/Fauzan
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai memberikan keterangan pers di Kantor Kementerian HAM, Jakarta, Senin (29/6/2026). Menteri Hak Asasi Manusia meminta pengusutan tuntas kasus penyekapan dan penganiayaan perempuan di Bandung tanpa restorative justice serta mengevaluasi pola pendidikan semimiliter pada peserta sarjana penggerak pembangunan Indonesia (SPPI) program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) setelah lima pesertanya dilaporkan meninggal dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai berharap sayembara tangkap begal berhadiah Rp 5 juta hingga Rp 50 juta yang digagas Gubernur Jawa Barat hanya guyonan belaka. Namun, jika sayembara tersebut serius maka ia melarang hal tersebut.

"Saya pikir gini, saya pikir Pak Dedi Mulyadi cuma mungkin guyonan aja. Jangan salah loh, bisa saja guyonan, media anggap serius, ya. Ya namanya juga uangnya tidak kelihatan, omongannya ada uang. Tapi kalau kalau serius ya tidak boleh, tapi kalau guyonan nggak apa-apa," ucap dia sesuai menghadiri acara di Bandung, Selasa (28/7/2026).

Baca Juga

Ia mengungkapkan sayembara tersebut terkesan mengajak orang untuk menangkap begal lalu dibayar. Namun, Pigai bertanya-tanya apakah orang yang diajak merupakan terlatih atau tidak.

"Kalau nangkap gini, orang yang menangkap terlatih nggak? Kalau sipil yang tidak terlatih, mukul dong ya, berdarah-darah. Apa diperbolehkan kita bayar orang untuk memukul orang lain di lapangan?" kata dia.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi