Selasa 28 Jul 2026 15:58 WIB

Setelah Masjid Dibakar, Kini Giliran Stasiun Radio Alquran Ditutup Pasukan Israel

Pasukan Israel menyita peralatan stasiun radio Alquran itu.

Pasukan Israel bersiaga menghadapi warga Palestina yang mendatangi para pemukim Israel—beberapa di antaranya bersenjata—yang sedang melintasi desa Sara di Tepi Barat, dekat Nablus, pada 25 Juli 2026.
Foto: EPA/ALAA BADARNEH
Pasukan Israel bersiaga menghadapi warga Palestina yang mendatangi para pemukim Israel—beberapa di antaranya bersenjata—yang sedang melintasi desa Sara di Tepi Barat, dekat Nablus, pada 25 Juli 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, TEPI BARAT -- Pasukan Israel menggerebek markas besar Radio Al-Huda Quran di kota Qalqilya, Tepi Barat yang diduduki, pada  Selasa (28/7/2026). Tentara Zionis menutup stasiun tersebut dan menyita peralatannya.

"Pasukan Israel dalam jumlah besar, didampingi oleh sebuah buldoser, memasuki Qalqilya sebelum menyerbu kantor stasiun tersebut," demikian menurut sumber lokal kepada Anadolu.

Baca Juga

Sumber-sumber tersebut mengatakan pasukan menutup stasiun dan menyita peralatan penyiaran dan properti lainnya. Belum jelas apa yang disita atau berapa lama penutupan akan berlaku.

Militer Israel memasang pemberitahuan di pintu masuk stasiun yang menyatakan, "Asosiasi ini telah dinyatakan sebagai organisasi ilegal dan ditutup karena keterlibatannya dalam dan dukungannya terhadap terorisme."

Pasukan Israel melakukan penggerebekan hampir setiap hari di berbagai kota di Tepi Barat yang diduduki, sering melakukan penangkapan dan merusak properti Palestina.

Serangan militer dan penyerangan oleh pemukim ilegal Israel di seluruh Tepi Barat yang diduduki telah meningkat sejak Israel memulai perang genosida di Gaza pada Oktober 2023.

Menurut pejabat Palestina, lebih dari 1.182 warga Palestina telah tewas, sekitar 13.000 terluka, dan hampir 24.000 ditangkap di Tepi Barat selama periode tersebut.

Berita Lainnya

Rekomendasi