Senin 27 Jul 2026 15:34 WIB

Viral Mie Gacoan di Matraman Diserang Sekelompok Orang, Polisi: Masih Didalami

Polisi berharap seluruh pihak dalam menjaga kondusivitas di lapangan.

Rep: Bayu Adji Prihammanda/ Red: Karta Raharja Ucu
Garis polisi membentang di lokasi tempat kejadian perkara bentrokan di kawasan Jalan Tambak, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2026). Sebanyak 200 personel gabungan dari TNI, Brimob Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Pusat dan Polsek Menteng dikerahkan untuk berjaga di lokasi bentrokan sebagai antisipasi adanya bentrokan susulan antar warga. Sebelumnya bentrokan tersebut terjadi pada Ahad (26/7) yang menyebabkan 1 orang meninggal dunia.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Garis polisi membentang di lokasi tempat kejadian perkara bentrokan di kawasan Jalan Tambak, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2026). Sebanyak 200 personel gabungan dari TNI, Brimob Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Pusat dan Polsek Menteng dikerahkan untuk berjaga di lokasi bentrokan sebagai antisipasi adanya bentrokan susulan antar warga. Sebelumnya bentrokan tersebut terjadi pada Ahad (26/7) yang menyebabkan 1 orang meninggal dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekelompok orang dilaporkan menyerang outlet Mie Gacoan di kawasan Matraman, Ahad (26/7/2026). Aksi yang viral di media sosial itu diduga merupakan imbas dari bentrokan antarwarga yang terjadi di Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Ahad siang.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengaku masih mendalami informasi tersebut. Namun, ia meminta seluruh pihak untuk tidak mudah terprovokasi dengan informasi yang masih belum terverifikasi.  

Baca Juga

"Ini masih kita dalami. Kita juga makanya kita sama-sama mengajak warga masyarakat untuk memberikan informasi ini tidak sifatnya provokatif, tidak sifatnya menyesatkan," kata dia di kawasan Matraman Dalam, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2026).

Ia berharap, seluruh pihak dalam menjaga kondusivitas di lapangan. Pasalnya, hal itu sangat dibutuhkan untuk menjadikan situasi tetap aman. Karena itu, masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam menyampaikan informasi di ruang publik, termasuk media sosial. 

"Dalam situasi seperti ini kita sama-sama mengembalikan situasi itu dalam situasi aman dan kondusif, tidak menjadi pemecah belah di dalam hal ini," kata dia.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi