Jumat 24 Jul 2026 14:57 WIB

Mahasiswa Cyber University Jadi Project Manager AI Sebelum Lulus, Bukti Suksesnya CLP 3+1

Lulusan Cyber University bisa hampir 100 persen terserap dunia kerja.

Mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknologi Informasi Cyber University (Universitas Siber Indonesia), Raden Mochamad Issa Wirakusumah.
Foto: Cyber University
Mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknologi Informasi Cyber University (Universitas Siber Indonesia), Raden Mochamad Issa Wirakusumah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknologi Informasi Cyber University (Universitas Siber Indonesia), Raden Mochamad Issa Wirakusumah, berhasil meniti karier profesionalnya di industri teknologi sebelum menyelesaikan pendidikan sarjananya. 

Ia kini dipercaya menjabat sebagai Project Manager di PT InfantAI Teknologi Nusantara, perusahaan pengembang solusi berbasis Artificial Intelligence (AI) di bawah naungan PT Nose Herbalindo.

Pencapaian tersebut menunjukkan bagaimana pengalaman magang yang dipadukan dengan kompetensi akademik mampu membuka peluang karier sejak dini. Issa mengembangkan kemampuan di bidang teknologi informasi, pengembangan perangkat lunak, hingga manajemen proyek selama menjalani program magang.

Karier profesional Issa dimulai sebagai Backend Engineer Intern dengan tanggung jawab mengembangkan sistem backend untuk Indonesia Financial Channel News (IFCNews), platform berita dan analisis pasar modal berbasis Artificial Intelligence.

Dalam posisi tersebut, ia berperan membangun infrastruktur yang mendukung penyajian informasi dan analisis saham berbantuan teknologi AI.

Berkat performa dan kemampuan teknisnya, Issa mendapat promosi menjadi Software Engineer Intern hanya dalam waktu sekitar satu bulan. Pada posisi ini, ia menangani pengembangan frontend dan backend, pengelolaan Virtual Private Server (VPS), Railway, Cloudflare, hingga proses deployment sistem.

Issa kemudian terlibat dalam pengembangan dua produk utama perusahaan, yakni IFCNews dan InfantAI, platform berbasis AI yang dirancang untuk membantu memantau tumbuh kembang anak. Pengalaman tersebut memperluas pemahamannya dalam membangun solusi digital yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Memasuki bulan ketiga masa magang, perusahaan kembali memberikan kepercayaan kepada Issa sebagai Project Manager Intern. Ia bertugas menerapkan metode Software Development Life Cycle (SDLC) dan Agile Scrum, sekaligus mengoordinasikan kebutuhan bisnis dengan implementasi teknologi.

Dalam peran tersebut, Issa mengelola GitHub Kanban Board, menyusun prioritas pekerjaan, berkomunikasi dengan para pemangku kepentingan, serta memastikan setiap sprint pengembangan berjalan sesuai target. 

Kemampuan tersebut menjadi bekal hingga akhirnya ia diangkat sebagai Project Manager di PT InfantAI Teknologi Nusantara.

Kini, selain memimpin proyek, Issa juga menjalankan peran sebagai Software Engineer dan Product Manager. Ia terlibat dalam penyusunan Product Requirement Document (PRD), pengembangan roadmap produk, strategi bisnis, hingga implementasi teknis bersama tim.

Issa memimpin 13 peserta internship dengan berbagai peran, mulai dari Frontend Developer, Backend Developer, Quality Assurance, Marketing, Digital Marketing, hingga IT Support. Ia juga bertanggung jawab memastikan setiap tahapan pengembangan berjalan efektif melalui Daily Stand-up Meeting, Sprint Planning, dan Sprint Retrospective sebagai Scrum Master.

Tak hanya berfokus pada pengembangan teknologi, Issa juga berkontribusi dalam penyusunan strategi pemasaran digital. Ia membantu menyusun market plan, menentukan target pengguna, serta mengoptimalkan strategi Search Engine Optimization (SEO) agar produk memiliki jangkauan yang lebih luas melalui pencarian organik.

Selama bergabung di PT InfantAI Teknologi Nusantara, Issa terlibat dalam pengembangan sejumlah platform berbasis AI, di antaranya IFCNews, InfantAI, GeniusAI, AIX Indonesia, Satglow Invent, NordPartners, hingga situs resmi Asosiasi AI Buatan Indonesia (AAIBI). 

Di saat yang sama, ia juga masih menjalani program internship sebagai Project Manager di PT Rekadia Solusi Teknologi. Menurut Issa, pengalaman bekerja di lebih dari satu perusahaan memberinya sudut pandang baru dalam memahami dunia industri digital.

"Saya percaya, terus belajar dari berbagai lingkungan kerja merupakan salah satu cara terbaik untuk berkembang. Semakin banyak pengalaman yang diperoleh, semakin luas pula cara kita melihat sebuah permasalahan dan menemukan solusi," kata Issa dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (24/7/2026).

Keberhasilan Issa menjadi salah satu contoh bagaimana pengalaman industri dapat memperkuat kompetensi mahasiswa sebelum lulus kuliah. 

Melalui berbagai program kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), Cyber University terus mendorong mahasiswa memperoleh pengalaman profesional agar siap menghadapi kebutuhan industri digital, termasuk perkembangan teknologi Artificial Intelligence yang semakin pesat.

Sementara itu, Dr Anang Martoyo, Ketua Career Center Cyber University menjelaskan, keberhasilan Issa dan mahasiswa Cyber University lainnya yang cepat dapat kerja, karena Company Learning Program (CLP) 3+1.

“Di Cyber University kuliahnya selama 3 tahun dan 1 tahun magang di industri yang sudah kerja sama. Kami sangat bersyukur dari CLP 3+1 ini sudah banyak mahasiswa yang sudah kerja sebelum mereka lulus. Lulusan Cyber University juga bisa hampir 100 persen  terserap dunia kerja,” jelasnya.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi