Jumat 24 Jul 2026 14:51 WIB

PKM UNM Ajarkan Branding Berbasis AI, Produk Eco Enzyme PKK Kini Siap Tembus Pasar

Produk harus memiliki identitas, strategi komunikasi, dan akses pemasaran.

UNM menggelar Pelatihan Branding dan Pemasaran Produk Turunan Eco Enzyme bagi anggota PKK RW 012 Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Rabu (8/7/2026).
Foto: UNM
UNM menggelar Pelatihan Branding dan Pemasaran Produk Turunan Eco Enzyme bagi anggota PKK RW 012 Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Rabu (8/7/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis, terus menunjukkan komitmennya menghadirkan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak nyata. 

Melalui Tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) EcoWorth, UNM menggelar Pelatihan Branding dan Pemasaran Produk Turunan Eco Enzyme bagi anggota PKK RW 012 Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Rabu (8/7/2026).

Mengusung tema “Pelatihan Branding dan Pemasaran Produk Turunan Eco Enzyme sebagai Barang Bernilai Ekonomis bagi PKK RW 012 Cipinang Melayu, Jakarta Timur”, kegiatan ini diikuti 13 peserta dan menjadi upaya pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi hijau.

Pelatihan difokuskan pada penguatan kemampuan peserta membangun identitas produk serta strategi pemasaran agar produk turunan eco enzyme tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan daya saing di pasar.

Materi branding disampaikan Raka Muhammad Setia, yang membahas pentingnya penentuan nama merek, logo, desain label, kemasan, hingga membangun citra produk. Menariknya, peserta juga diperkenalkan dengan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu menghasilkan ide desain dan konsep branding secara praktis.

Sementara itu, Nazwa Syifa Fitriani memberikan materi mengenai strategi pemasaran digital. Mulai dari menentukan target konsumen, menyusun pesan promosi, hingga membuat konten pemasaran yang bisa dipublikasikan melalui platform WhatsApp dan Instagram.

Ketua Tim PKM-PM EcoWorth, Nazwa Syifa Fitriani, mengatakan keberhasilan sebuah produk tidak hanya ditentukan kualitasnya, tetapi juga kemampuan dalam membangun merek dan strategi pemasaran.

“Melalui pelatihan ini kami ingin memberikan pemahaman, sebuah produk membutuhkan identitas yang kuat dan strategi pemasaran yang tepat agar memiliki nilai jual,’’ katanya.

Ia berharap, anggota PKK mampu mengembangkan produk turunan eco enzyme secara lebih mandiri dan percaya diri dalam memasarkannya.

Pemanfaatan AI dalam pelatihan ini, jelas dia,  menjadi solusi sederhana yang dapat membantu masyarakat menciptakan desain kemasan, konsep promosi, hingga identitas produk tanpa memerlukan biaya besar.

Ketua PKK RW 012 Cipinang Melayu, Ive Sulistia Nenden, mengapresiasi inisiatif mahasiswa UNM yang dinilai memberikan pengetahuan baru bagi masyarakat.

“Pelatihan ini membuka wawasan kami bagaimana membuat produk lebih menarik dan memasarkan produk. Kami berharap ilmu yang diberikan bisa diterapkan sehingga produk hasil pelatihan memiliki peluang berkembang menjadi usaha berkelanjutan,” katanya.

Dosen pendamping PKM-PM EcoWorth, Johan Hendri Prasetyo, menegaskan, aspek branding dan pemasaran merupakan kunci keberhasilan dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Produk masyarakat tidak cukup hanya berhenti pada tahap produksi. Produk harus memiliki identitas, strategi komunikasi, dan akses pemasaran agar mampu memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan,’’ jelasnya dalam keterangan yang dikutip Jumat (24/7/2026).

Melalui pelatihan ini, menurut dia, peserta dibekali kemampuan mengelola produk secara lebih komprehensif.

Tim PKM-PM EcoWorth yang terdiri dari Nazwa Syifa Fitriani sebagai ketua, Raka Muhammad Setia, Shahnaz Hafiza Bilqis, dan Nasywan Abhinaya berharap pelatihan ini mampu meningkatkan kapasitas anggota PKK.Khususnya, dalam mengembangkan produk turunan eco enzyme yang inovatif, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomis.

Sebagai Kampus Digital Bisnis, ungkap Johan, UNM terus mendorong mahasiswa untuk menghadirkan inovasi yang memberikan solusi nyata bagi masyarakat. 

“Melalui EcoWorth, UNM tidak hanya mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan limbah organik menjadi produk ramah lingkungan, juga membekali mereka keterampilan branding, pemasaran digital, dan pemanfaatan teknologi agar mampu menciptakan peluang usaha yang berkelanjutan,” tutupnya.

Berita Lainnya

Rekomendasi