Jumat 24 Jul 2026 14:28 WIB

Media Korsel Ungkap Shin Tae-yong Dijatuhi Sanksi Berat oleh KFA, tak Ganggu Kontrak di Persija

Hukuman STY terkait dugaan perilaku buruk saat menjadi pelatih Ulsan Hyundai.

Pelatih Persija Shin Tae-yong  .
Foto: Republika/Thoudy Badai
Pelatih Persija Shin Tae-yong .

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih Persija Jakarta Shin Tae-yong dijatuhi sanksi disiplin berat oleh Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) terkait kasus yang terjadi saat ia menangani klub K-League, Ulsan Hyundai. Namun, hukuman tersebut dipastikan tidak memengaruhi pekerjaannya bersama Macan Kemayoran karena hanya berlaku di Korea Selatan.

Menurut laporan Channel A, Kamis (23/7), KFA telah memutuskan menjatuhkan sanksi setelah menerima rekomendasi dari Pusat Etika Olahraga di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan.

Baca Juga

Kasus ini bermula ketika Shin melatih Ulsan HD. Ia diberhentikan hanya sekitar dua bulan setelah ditunjuk sebagai pelatih pada Agustus tahun lalu di tengah tuduhan perselisihan dengan sejumlah pemain, dugaan melakukan kekerasan terhadap pemain, serta kontroversi bermain golf saat tim menjalani laga tandang. Shin sendiri membantah tuduhan tersebut.

Pusat Etika Olahraga sebelumnya merekomendasikan sanksi berat pada Mei lalu. KFA kemudian menggelar rapat Komite Fair Play pada awal Juli untuk menetapkan bentuk hukuman.

Berdasarkan keputusan tersebut, Shin terancam menerima salah satu dari sejumlah sanksi disiplin, mulai dari pembekuan lisensi kepelatihan hingga 10 tahun, larangan beraktivitas di kompetisi sepak bola Korea, atau bahkan hukuman paling berat berupa pencabutan status keanggotaan secara permanen.

Meski demikian, sanksi tersebut hanya berlaku dalam lingkup sepak bola Korea Selatan. Shin saat ini telah memulai tugas barunya sebagai pelatih Persija Jakarta setelah menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun pada Juni lalu. Karena hukuman KFA hanya berlaku secara domestik, statusnya sebagai pelatih Persija tidak terpengaruh.

Dalam wawancara melalui sambungan telepon dengan Channel A, Shin mengaku merasa diperlakukan tidak adil, tetapi memilih menahan diri untuk tidak mengungkap seluruh versinya kepada publik.

"Ada banyak hal yang menurut saya tidak adil. Saya ingin mengungkapkan kebenarannya, tetapi jika saya berbicara, pemain-pemain saya bisa terluka dan situasi sepak bola di Korea tidak akan menjadi lebih baik. Jadi saya memilih menanggungnya sendiri," kata Shin.

Pelatih berusia 56 tahun itu juga mengungkapkan masih mempertimbangkan kemungkinan mengajukan banding atas keputusan KFA.

Berita Lainnya

Rekomendasi